Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, October 28, 2020

Penghujan Datang, Lezatnya Kuliner Ekstrem Warga Madiun, Katimumul Jadi Santapan Favorit

Gemawilis - Katimumul, atau warga Madiun biasa menyebutnya Mumul. Jika dilihat memang menjijikan apalagi bagi warga perkotaan yang tidak pernah melihat hewan kecil sejenis kumbang ini.

Namun, meski sebagian orang jijik beberapa warga Madiun kususnya yang tinggal di daerah pedesaan lereng Wilis seperti Kecamatan Gemarang, Kare, Saradan, Dagangan atau daerah lain yang berdekatan dengan dikawasan hutan, Katimumul sangat dinanti kemunculannya pada saat musim penghujan datang.

Sebagian masyarakat yang berdomisili di daerah pinggiran Madiun biasanya menjadikan mumul sebagai menu konsumsi di kala musim hujan tiba.

Salah satu warga Kecamatan Gemarang yang enggan memenyebutkan namanya saat ditanya awak media Gemawilis pada Selasa (27/10) malam, mengatakan katimumul rasanya sangat lezat. Warga yang tidak jijik biasa menjadikan mumul sebagai kuliner di setiap tahunnya pada saat musim hujan.

"Ada pahit-pahitnya gitu, tapi gurih. Enak buat makan, "ujar salah satu warga Madiun Timur itu.

Menurutnya, kuliner mumul sudah ada sejak jaman dulu dan sudah menjadi tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyangnya.

Hewan mumul sendiri biasa hidup di tepian hutan di lubang bawah pohon dan keluar hanya setahun sekali pada malam hari saat musim penghujan tiba.

Biasanya warga berburu mumul pada malam hari hanya dengan alat sederhana berupa tampah (nampan) dan penerangan (center). Mumul biasanya mempel di daun pisang, sirsat, sono, dan daun apa saja yang ada di kebun-kebun milik warga.

Proses membuat mumul menjadi kuliner lezat juga tidak mudah, karena butuh proses lumayan panjang. Setelah mumul didapat bisanya akan didiamkan terlebih dahulu selama 1 hari di wadah tertutup agar kotoran mumul keluar dan mati baru kemudian hewan bersayap dengan panjang 1 centi itu bisa di proses menjadi masakan.

Saat musim hujan datang masih banyak kuliner ekstrem yang tak kalah nikmatnya yang biasa disantap oleh warga Madiun, yakni entung jati (ulat jati) laron, embug-embug dan belalang, selain Katimunul. (Wj/gw)

BERITA TERKAIT