Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, October 21, 2020

Musim Penghujan Datang, Pemkab Madiun Akan Adakan Kerja Bhakti Massal dan Bentuk Posko Banjir

Rakor kesiagaan bencana di musim penghujan mengantisipasi bencana banjir.
Gemawilis - Rapat kordinasi (rakor) terkait kesiapan Pemrintah Kabupaten Madiun dalam mengantisipasi datangnya musim penghujan dimana dibeberapa titik wilayah di Kabupaten Madiun selama ini masih rawan akan bencana banjir.

Rakor yang di laksanakan di Puspem Kabupaten Madiun itu, dihadiri oleh Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono, Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, Forkopimda Kabupaten Madiun dan sejumlah instansi terkait lainnya. Rabu (21/10/2020).

Dalam Rapat Koordinasi itu, dibahas diantaranya persiapan untuk dilakukan kerja bakti massal dalam rangka antisipasi dan penanggulangan bencana banjir hingga pembentukan posko banjir.

Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono mengtakan, saat musim penghujan, bisa dipastikan akan terjadi curah hujan yang deras sehingga perlu adanya kesiapsiagaan dari tiga pilar dan masyarakat di Kabupaten Madiun.

“Wilayah Kabupaten Madiun saat ini sudah memasuki musim penghujan, dan untuk persiapan itu perlu adanya penanggulangan guna mencegah terjadinya bencana banjir dan mencegah adanya korban jiwa maupun materil, "papar Perwira dengan dua melati dipundaknya itu.

Sementara itu, Wabup Madiun mengungkapkan jelang musim penghujan, perlu disiapkan posko tanggap bencana banjir di beberapa titik seperti di Kecamatan Balerejo, Wonoasri, Saradan dan beberapa wilayah lainnya.

"Kesiapan personil, relawan serta perlengkapan akan di siapkan. Kerja bakti massal juga akan dilaksanakan untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan. Namun dalam pelaksanaanya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, "ungkapnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati juga menghimbau, agar mayarakat bersama-sama menjaga lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengubah perilaku kebiasaan tidak baik, serta aktif menjaga lingkungannya masing-masing.

Perlu diiketahui, di Kabupaten Madiun ada beberapa titik rawan bencana saat musim penghujan tiba. Selain bencana banjir, bencana tanah longsor juga kerap mengancam warga dibeberapa desa.

Daerah rawan tanah longsor di Kabupaten Madiun ada di lima kecamatan, yaitu Kare, Gemarang, Dolopo, Dagangan, dan Saradan. Ada 14 desa di lima kecamatan, di antaranya Desa Bodag Kecamatan Kare, Durenan Kecamatan Gemarang dan beberapa desa lainnya.

Sementara, untuk bencana banjir ada tersebar di beberapa Kecamatan, seperti Kecamatan Wonosari, Madiun, Wungu, Balerejo, Saradan, dan Pilangkenceng. Namun, daerah yang paling dilanda banjir parah biasanya terjadi di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Balerejo, Wonoasri, dan Saradan. (Tim/gw)