Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, October 19, 2020

Hidup Sebatang Kara, Seorang Nenek di Desa Kare Ditemukan Meninggal Telungkup Disamping Rumah

Gemawilis - Nenek sebatang kara ditemukan meninggal dengan posisi telungkup tak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Kare RT. 18/04 Kecamatan Kare, Madiun. Minggu (18/10/2020).

Diduga kuat, korban yang sudah berusia lanjut tersebut meninggal karena jatuh terpeleset. Hal tersebut seperti yang di ungkapkan oleh Kapolsek Kare IPTU Suprapto usai anggotanya melakukan pemeriksaan di TKP kejadian.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya tidak didapati tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Ada luka gores di punggung dan telapak tangan kanan yang dimungkinkan bekas terjatuh dengan badan tertelungkup, "jelas Kapolsek.

Awal ditemukannya jasad korban, berdasarkan dari keterangan saksi, Sri Lestari yang merupakan tetangga Korban, pada waktu itu sekitar pukul 14:30 Wib, ia hendak menemui korban karena ada suatu keperluan, namun setelah memanggil beberapa kali nama korban tidak ada jawaban, akhirnya Sri Lestari mencari korban lewat samping rumah korban.

Kemudian setelah mencari lewat samping rumah, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan telungkup. karena takut mendekat kemudian Sri Lestari melaporkan kejadian tersebut ke suaminya Sardi, kemudian Sardi mengecek korban di lokasi.

Setelah melihat kondisi korban, selanjutnya Sardi melaporkan peristiwa itu kepada Ketua RT dan di teruskan kepada Kepala Desa Kare dan dan selanjutnya penemuan jasad tersebut di laporkan ke Polsek Kare.

Usai mendapat laporan, Polsek Kare langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan jasad korban. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan, atas kesepakatan bersama yang melibatkan perangkat desa, warga sekitar dan pihak Polsek, akhirnya korban dimakamkan oleh warga lingkungan di TPU setempat.

Diketahui korban tersebut bernama Sarinem 90 tahun, selama ini ia hidup sebatang kara karena tidak mempunyai anak dan keluarga. Terlebih lagi korban sudah sering sakit sakitan karena usianya yang sudah tua. (Owpm/gw)