Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, October 21, 2020

Beli Madu Ketipu, Madu Palsu Mengeras, Salah! Begini Kata Ahlinya

Pak Sentot Ketua kelompok Sekar Melati Desa Kare.
Gemawilis - Madu memang dipercaya memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Rasa manis alaminya juga membuat madu disukai hampir semua orang.

Sebagian orang biasanya membeli madu ada yang hanya mempergunakannya sedikit sesuai kebutuhan, lalu kemudian akan menyimpannya untuk dipergunakannya kembali suatu saat bila mana madu akan dibutuhkannya kembali.

Nah, biasanya saat hendak menggunakannya kembali tak sedikit dari kita kaget, karena madu yang tadinya disimpan tersebut tiba-tiba mengkristal atau mengeras dan menganggap madu tak bisa digunakan lagi. Disitu kebanyakan masyarakat pasti berfikir madu yang ia beli palsu, campuran, oplosan, ketipu dan lain sebagainya.

Jangan salah! Sebab itu anggapan yang sudah keliru, menurut salah satu ahli madu yang sudah berahun-tahun menggeluti dunia permaduan (baca, pelaku petani madu liar asli), Pak Sentot mengatakan madu mengeras itu bukan palsu tetapi madu tersebut sudah tua dan manfaatannya lebih tinggi.

"Itu madu yang sudah tua, banyak manfaatnya. Kalau madu muda gak akan mengeras seperi madu tawon gong (lebah besar bukan jenis lebah sherena -red). Kalau madu campuran tidak bisa mengeras dan akan encer, kecuali madu tawon gong, "jelas Pak Sentot, saat ditemui di sekretariat kelompok Sekar Melati desa Kare, Kecamatan Kare Madiun. Sabtu (17/10/2020) sore.

Lebih lanjut Pak Sentot menjelaskan, di alam liar kawanan lebah memakan berbagai jenis bunga, jadi bunga mana yang bisa membuat madu itu mengeras saat dikemas ke dalam botol manusia tidak tahu. Sebab tidak semua madu yang di panen dalam satu kawasan yang sama akan mengeras nantinya.

"Jadi setupnya banyak (rumah lebah dari kayu -red) dari setiap setup tadi tidak sama kadar ketuaan madu itu, kan mereka cari makannya berbeda-beda, dari jutaan bunga yang ada di hutan. Jadi kita gak tau madu mana yang nantinya bakal mengeras saat di kemas di dalam botol. Karena saat dipanen warnanya sama semua, "lanjutnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, jika mendapati madu yang disimpan mengeras, Ketua Sekar Melati itu menyarankan agar botol madu dihangatkan dengan air panas sekitar 10 - 15 menit. Jangan lupa untuk membuka tutup botol terlebih dahulu sebelum direndam dengan air panas.

"Pertama itu, buka botolnya terus direndam di air panas 10-15 menit. Atau dijemur dibawah sinar matahari, tapi kalau dijemur agak lama tidak bisa langsung mencair."

"Waktu di dalam setup, madu masih diselubungi sama lebah jadi suhunya panas. Nah, saat dilepas manusia kan suhunya sudah beda, apa lagi jaman sekarang menyimpan madu biasanya di dalam kulkas, "kata warga RT. 21/05 itu.

Menurutnya kalau madu dari kelompoknya, Sekar Melati, mengkristalnya madu akan mengkilap tidak kusam. Bahkan Madu Liar Hutan Kare hasil budidayanya bisa bertahan 4 - 5 tahun dalam penyimpanan.

"Baiknya masyarakat teliti saat membeli madu, karena banyak oknum. Mengingat madu asli harganya tidak murah, karena proses pencariannya atau pembudidayaannya butuh waktu tidak sebentar. Ingsallah, kalau beli ditempat kami Sekar Melati ada jaminan, karena di kelompok kami nanti ada tanggal pelepasan ketika madu berpindah tangan, "tutupnya. (Wj/gw)