Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, September 09, 2020

Raup Berkah Ditengah Kemarau, Tanaman Porang Belum Mampu Menggeser Kecintaan Warga Madiun pada Gaplek

Madiun Timur masyarakat mulai musim panen singkong.
GEMAWILIS - Di tengah musim kemarau, warga di beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Madiun timur mendapat berkah gaplek (olahan singkong kering), hal demikian sudah berlangsung cukup lama dan sudah menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Madiun timur, kususnya bagi para petani di desa pelosok.

Setiap tahun, saat musim panas datang, para petani singkong sibuk dengan hasil panennya. Dari pantauan media, mayoritas para petani singkong yang mengalami panen raya terbesar pada setiap tahunnya adalah para petani yang berada di wilayah Kecamatan Kare dan Gemarang, meski di wilayah kecamatan lainnya ada, namun jumlahnya masih dibawah dua Kecamatan tersebut.

Dulu warga memanen hasil singkong dibuat menjadi gaplek untuk dimakan sebagai pengganti nasi (beras), namun kini seiring berkembangnya zaman warga lebih memilih untuk menjualnya baik berupa singkong ataupun gaplek. Kalaupun ada yang membuat gaplek untuk dimakan, itu pun hanya untuk iseng atau makanan sampingan saja.

Keberadaan tanaman porang yang belakangan ngetren di Madiun Timur bahkan di seluruh negeri ini, seakan belum mampu menggeser sepenuhnya kecintaan para petani kepada singkong. Terbukti di beberapa desa, di sepanjang jalan terlihat singkong-singkong yang sudah dikupas kulitnya dijemur oleh warga.

Berkah gaplek bukan saja dinikmati oleh para petani, namun juga dinikmati oleh para pengepul atau pembeli di desa-desa, seperti yang dirasakan oleh Pak Nyoto warga RT 24/04 Dusun Durenan Desa Durenan Kecamatan Gemarang, Madiun.

Pak Nyoto menuturkan kalau musim kemarau tiba warga di dusunnya seakan meraup berkah. Produksi gaplek meningkat. Selain ia juga membeli singkong milik warga, pak Nyoto juga mampu mengerjakan beberapa orang dilingkunganya untuk memanen singkong dari hasil ia mebeli milik warga lain.

“Kalau musim kemarau seperti ini hampir seluruh warga menjemur singkong untuk gaplek. Saat ini satu kilogram-nya kalau singkong biasa harganya Rp 1600 tapi kalau sudah dijemur bisa berlipat, "terang Nyoto. Rabu (9/9/2020).

Potensi pertanian singkong memang cukup besar di wilayah Madiun timur, sehingga dari panen musiman ini mampu menyerap puluhan tenaga kerja dan membawa berkah bagi warga. Selain kaum laki-laki, tentunya para ibu-ibu juga bisa ikut merasakan berkahnya dengan bekerja sebagai pengupas singkong. (Wj/gw)