Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, September 16, 2020

Operasi Yustisi, Pelanggar di Kabupaten Madiun Tak Pakai Masker Denda Rp 100 Ribu Hingga Penyitaan KTP

     AKBP Bagoes Wibisono pantau langsung Operasi (fot:polresmadiun).

Gemawilis - Usai dilantik pada Senin (14/9) di Mapolda Jatim menggantikan AKBP Eddwi Kurniyanto yang kini berpindah tugas sebagai Wadir Lantas Polda Aceh, Kapolres Madiun yang baru AKBP R. Bagoes Wibisono H.K., S.I.K., M.Si. langsung menjalankan tugasnya.

AKBP R Bagoes Wibisono yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya itu, langsung ikut turun bersama Bupati Madiun H Ahmad Dawami, Dandim 0803 Letkol CZI Nur Alam Sucipto serta Ketua Pengadilan Negeri Madiun Teguh memantau kegiatan Operasi Yustisi dan proses pelaksanaan penegakkan hukum tilang ditempat bagi sejumlah pelanggar protokol kesehatan. Selasa (16/9/2020)

AKBP Bagoes Wibisono mengatakan sesuai dengan peraturan yang ada, selain sanksi denda, warga yang melanggar juga diberikan sanksi sosial. “Sanksi lainnya pekerjaan sosial. Nyapu taman, bersihkan taman, dan lain-lain, "paparnya.

Sementara, Bupati Madiun, Ahmad Dawami menjelaskan, ada sejumlah sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Madiun.

“Ada sanksi yang dikenakan bagi warga yang melanggar protokol kesehatan di antaranya denda Rp 100.000 hingga menyita KTP-nya, "ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Menjelaskan, dasar hukum penindakan pelanggar protokol kesehatan adalah Peraturan Gubernur No.2 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

Kemudian Peraturan Bupati dibuat sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Seorang pelanggar yang sedang mengendarai sepeda motor bernama Agung saat terjaring razia, mengaku menyesal telah melanggar Protokol Kesehatan karena lupa tidak membawa masker.

“Tadi lupa bawa masker dari rumah. Tadi langsung disidang di tempat. Saya memilih untuk bayar sanksi denda. Ini jadi pelajaran buat saya juga masyarakat. Yah saya kalau bilang dukung yah pasti dukung. Karena peraturan ini kan semua untuk kebaikan. Supaya warga tidak tertular virus Corona, "katanya. (Tim/Owpm/gw)

BERITA TERKAIT