Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, September 22, 2020

Bentrok Antar Perguruan Silat di Madiun, Enam Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Gemawilis - Polres Madiun Kota akhirnya menetapkan enam tersangka dalam kasus kericuhan antar perguruan silat di Madiun yang terjadi pada Jumat (19/9/2020). Ke enam tersangka tersebut telah terbukti terlibat perusakan dan pengeroyokan.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Bobby Aria Prakasa mengungkapkan, kasus tersebut berawal dari beberapa rentenan kejadian. Tetapi penyidik hanya menemukan tindak pidana di dua kasus.

Kasus pertama terjadi Jumat (19/9) sekitar pukul 00.15 Wib di Jalan Rawa Bhakti. Sedangkan kasus kedua masih di hari yang sama tetapi berlangsung sekitar pukul 01.00 Wib di Jalan Dadali.

Menurut keterangan AKBP Bobby, bentrok antar perguruan silat itu berawal di Jalan Rawa Bhakti Kelurahan Mojorejo. Sekitar 200 orang melakukan konvoi di daerah tersebut. Kemudian ada dua orang di antaranya yang tiba-tiba melemparkan paving yang menyebabkan mobil dan rumah milik warga rusak.

Kemudian dari kejadian pertama di Jalan Raya Bakti, merembet ke Jalan Dadali Kelurahan Nambangan Kidul hingga terjadi pengeroyokan kepada dua orang bernama Ivan dan Topan.

Dari dua kasus tersebut Polisi mengamankan 28 orang saksi, namun setelah dilakukan penyelidikan akhirnya ditetapkan 6 orang yang terbukti terlibat dalam perusakan dan pengeroyokan, dan kini statusnya dinaikkan sebagai tersangka.

Sementara untuk tersangka yang lain pihak Kepolisian masih akan mendalami lebih lanjut. "Untuk tersangka provokasi, masih kami dalami. Bisa saja bertambah jumlah, "papar Kapolres Madiun Kota dalam jumpa pers di Mapolres Madiun Kota, Selasa (22/9/2020). (Tim/gw)

BERITA TERKAIT