Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Tuesday, September 22, 2020

Begini Kronologi Bentrokan Pesilat di Madiun, Hingga Penetapan Enam Tersangka Perusakan dan Pengeroyokan

Polres Madiun amankan barang bukti.
Gemawilis - Satreskrim Polres Madiun Kota akirnya menetapkan enam tersangka perusakan dan pengeroyokan di Kota Madiun pada Sabtu (19/9/2020) malam yang melibatkan oknum perguruan silat di Madiun.

Dari keterangan Kapolresta Madiun Kota, AKBP Bobby Aria Prakasa, saat gelar press release di halaman Mapolres Madiun Kota, Selasa (22/9/2020) pagi, bentrok antar perguruan silat itu terjadi di dua tempat.

Kejadian pertama di Jalan Rawa Bhakti Kelurahan Mojorejo pada Sabtu 19 September 2020 sekira pukul 00.15 WIB. Lalu, lokasi kedua, di hari yang sama pada pukul 01.00 WIB, di Jalan Trunojoyo atau di depan Jalan Dadali.

Awal kejadian bermula ada sekitar 200 orang melakukan konvoi di Jalan Rawa Bhakti kemudian diantara rombongan konvoi itu ada dua orang yang tiba-tiba melemparkan paving yang menyebabkan mobil milik Ahmad Bisri dan rumah milik Meinawati rusak.

Dari kejadian pertama, kemudian merembet ke kejadian kedua yakni di Jalan Dadali, Kelurahan Nambangan Kidul, Kec. Mangunharjo.

"Di lokasi ke dua, korban bernama Ivan dan Topan saat itu sedang berboncengan menggunakan sepeda motor. Namun, saat kedua korban melintas di lokasi, ada sekelompok massa, termasuk empat tersangka. Kemudian tersangka menendang motor korban. Setelah ke dua korban jatuh, ke enam tersangka langsung melakukan pengeroyokan, "ungkap AKBP Bobby Aria.

Sementara, Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Fatah Meilana menjelaskan, dari serangkaian penyelidikan pihaknya telah mengamankan dan memeriksa 28 orang dan menetapkan 6 tersangka dalam kasus ini. Terkait pelaku provokasi Fatah mengaku masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tiga tersangka masing-masing, EEP (23) warga Kecamatan Taman, LGP (21) warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman - Kota Madiun dan MHS (30) warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

EEP ditangkap atas kejadian perusakan mobil merk Toyota jenis Avanza, Nopol B 1420 KIF milik Ahmad Bisri, dan kaca rumah Meinawati, di Jalan Rawa Bhakti, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Sedangkan LGP (21) warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun dan MHS (30) warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, atas tindakan pengeroyokan korban Topan (36) warga Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun dan Ivan (31) warga Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Sementara tiga tersangka lain yang masih berusia anak-anak hanya dilakukan penelitian di Balai Penelitian (Bapas) dan wajib absen. Dari tangan tersangka Polisi menyita alat bukti berupa taring babi dan kursi panjang.

"Kita tidak mengarah kepada pesilat. Ini masalah penegakan hukum, kita tindak tegas berdasar bukti yang cukup, siapapun orangnya. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan jumlah tersangka, "kata Kasat Reskrim.

Dalam Press Release pada Selasa pagi itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya, Ketua Umum PSHW-TM R. Agus Wijono dan perwakilan Ketua Umum PSHT.

Ketiga tokoh tersebut mengimbau kepada pesilat dan masyarakat Kota Madiun untuk senantiasa menjaga kondusifitas Kota Madiun dengan tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial yang belum jelas, yang sengaja menciptakan kegaduhan. (IMR/gw)

Topik Lain