Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Friday, September 4, 2020

Bakal Banyak Janda Baru Bermunculan, Biduk Rumah Tangga Retak Akibat Covid-19, Istri Gugat Cerai Melonjak


 
Gemawilis - Akibat pandemi Covid-19, banyak membuat biduk rumah tangga yang retak. Istri banyak yang mengajukan cerai dengan alasan tidak diberi nafkah akibat suami di-PHK atau dirumahkan oleh perusahaan. Kondisi ini tergambar dari banyaknya perkara cerai yang diajukan ke pengadilan agama.

Dilansir dari berita Antaranew.com yang terbit pada Jumat (28/8/2020) diberitakan terjadi lonjakan perceraian di Pulau Jawa. Hal tersebut dikatakan oleh Direktorat Jendral Badan Pengadilan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Dirjen Badilag MARI), Aco Nur.

Aco Nur mengatakan terjadinya lonjalan kasus perceraian tersebut diduga dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, dimana banyak pencari nafkah yang harus menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi Covid-19.

"Akibat Covid19 kan banyak PHK, sehingga ekonomi enggak berjalan lebih baik. Hal itu membuat Ibu-ibu enggak mendapat jaminan dari suaminya, "kata Aco Nur di Jakarta, Jumat, seperti yang diberitakan oleh Antaranew.

Sementara mayoritas penggugat cerai yang masuk dalam daftar pengadilan agama berasal dari istri, dilandasi faktor ekonomi.

Penggugat perceraian umumnya di Pulau Jawa khususnya di Provinsi Jawa Barat, kemudian di kota Semarang, dan Surabaya.

Awal penerapan PSBB April dan Mei 2020, kata Aco Nur tercatat perceraian di Indonesia di bawah 20.000 kasus. Tetapi pada bulan Juni dan Juli 2020, jumlah perceraian meningkat menjadi 57.000 kasus. (Ant/gw)

Rekomendasi