Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, September 24, 2020

14 Perguruan Silat Sepakat Ikrar Damai, Berbuat Onar di Kota Madiun Akan Mendapat Pendadaran di Markas Yonif 501

Rakor 14 Perguruan di Kota Madiun (fot: Humas Pemkod Madiun).
 
Gemawilis - Forpimda bersama 14 perguruan silat di Kota Madiun sepakat menjunjung tinggi ikrar damai yang disepakati bersama dalam Rapat Kordinasi (rakor) di GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun pada Kamis (24/9/2020).

Rakor tersebut merupakan upaya Pemkot Madiun untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Madiun.

Hasil dari rakor, kedepan masing-masing perguruan menyepakati tak akan ada lagi gesekan yang terjadi antar perguruan silat di Kota Madiun.

Ikrar damai diikuti oleh 14 perguruan pencak, yakni Tapak Suci, Perguruan Merpati Putih, PSHW Tunas Muda, PSHT, IKS Pro Patria, Persinas Asad, Pagar Nusa, Ki Ageng Pandan Alas, IKSPI Kera Sakti, OCC Pangastuti, SH Tuhu Tekad, Persaudaraan Rasa Tunggal, Cempaka Putih, dan Persati.

Setelah melakukan ikrar damai bersama, masing-masing perwakilan perguruan dan Forpimda Kota Madiun pun menandatangani kesepakatan bersama.

Tak hanya itu, Forpimda dan masing-masing perguruan pencak kedepan juga sepakat dengan adanya sanksi yang mendidik bagi para oknum yang berbuat ribut.

Walikota Madiun Maidi mengatakan, saat ini Kota Madiun sedang berbenah, maka jangan sampai yang sudah baik terhalangi oleh ulah para oknum.

"Kota kita sedang berbenah. Jangan sampai apa yang sudah baik ini terhalangi oleh ulah oknum yang tak bertanggung jawab, "ungkap Wali Kota Madiun dalam Rakor bersama Forkopimda dan 14 Perguruan Pencak Silat.

Lebih lanjut, Walikota menjelaskan, ikrar damai bersama itu dirasa penting dan perlu sebagai tindak lanjut aksi okum tak bertanggung jawab yang terjadi beberapa waktu lalu yang disinyalir berawal dari ulah masyarakat luar Kota Madiun. Karenanya, langkah tegas pun diambil.

‘’Perguruan tidak pernah mengajarkan untuk berbuat onar seperti itu. Kalau ada, berarti itu oknum yang tak bertanggung jawab. Kita sepakati untuk memberikan pelatihan sementara di markas 501, "tegas Madi. (Tim/gw)