Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, August 11, 2020

Bisnis Esek - Esek di Madiun Libatkan Anak Dibawah Umur, Mucikarinya Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polres Madiun tunjukkan
barang bukti saat press release di Mapolres Madiun.

Gemawilis - 
Perempuan berusia 34 tahun di Kabupaten Madiun terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian setelah bisnis esek - esek yang ia jalani terendus oleh Sat Reskrim Polres Madiun.

Tersangka yang merupakan Ibu rumah tangga berinisial ISM mengaku belum lama terjun ke dunia haram. Tersangka berdalih terpaksa melakukan hal itu karena terdesak kebutuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Aldo Febrianto saat gelar perkara menjelaskan, terbongkarnya kasus tersebut berawal ketika anggota Unit PPA Reskrim Polres Madiun mengamankan dua orang berinisial SW (20) dan AN (15) di salah satu penginapan di Kabupaten Madiun pada Sabtu (1/8/2020) malam. 

"Selanjutnya setelah dilakukan interogasi terhadap para saksi, kemudian kami mengamankan terduga sebagai perantara atau mucikari inisial ISM, "terang Kasat Reskrim. Selasa (11/8/2020).

Selama ini tersangka ISM menjalankan bisnisnya melalui jejaring media sosial yakni aplikasi MiChat dan juga via WhatsApp. ISM menawarkan dengan mengirimkan foto-foto SW dan AN kepada pria hidung belang. 

"Tersangka menawarkan SW dan AN melalui akun social media sosial MiChat. Dari hasil transaksi, tersangka memperoleh uang sebesar Rp 1,4 juta. Selanjutnya uang tersebut dibagi. SW dan AN mendapat bagian sebesar Rp 600 ribu, sedangkan tersangka ISM mendapat Rp 200 ribu, "jelas AKP Aldo Febrianto.

Kasat Reskrim menambahkan, karena tersangka ISM dengan sengaja mengambil keuntungan dan mendistribusikan konten yang bermuatan pornografi, tersangka dijerat dengan beberapa pasal. Pertama, dikenakan pasal UU Perlindungan Anak. Kedua, Pasal 45 Undang-Undang ITE karena transaksi prostitusi menggunakan aplikasi MiChat dan WhatsApp.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 296 dan 506 KUHP. Ancaman hukuman terbulat di UU ITE maksimal 10 tahun penjara, "kata Kasat Reskrim Madiun. (Tim/gw)