Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, October 20, 2020

Warga Caruban Madiun, Hasilkan Puluhan Juta Dari Hobi Memelihara Burung Cinta

Ferry Tama saat ditemui di kandang ternaknya
Warga Kec. Mejayan, Jl. Pramban 97.
Gemawilis - Seorang warga Mejayan Caruban, Madiun menghasilkan keuntungan puluhan juta dari hobinya memelihara berbagai jenis lovebird (burung cinta) yang ia ternakan di kandang dalam rumahnya.

Pria itu adalah Ferry Tama, warga Jl. Prambanan 97 desa Pandean, Rt 06/04, Kecamatan Mejayan, Madiun. Ia mengaku menggeluti hobi memelihara loverbird sejak Tahun 2008. 

Awalnya dirinya hanya iseng membeli 2 burung Lobebird betina dan jantan, kemudian ia rawat disela-sela kesibukannya dengan cara menjodohkannya didalam satu kadang.

Kecintaan Ferry terhadap hewan itu kemudian membuat dirinya mendapat keuntungan melimpah. Sebab, berawal dari satu jodoh burung itu, ia bisa mempunyai puluhan burung lovebird.

Burung yang ditangkarkan Ferry selain suaranya yang bagus juga mempunyai kecantikan atau mutasi warna yang bermacam-macam.

Saat ditemui di kediamannya pada Selasa (28/7/2020) siang, ia menuturkan dari hobinya menangkar burung cinta itu, ia sudah banyak menghasilkan banyak duit.

Pada Tahun 2008 - 2014 masih jarang orang menangkar burung lovebird sehingga pada waktu itu beberapa penggila burung luar kota pun sampai banyak yang datang ke rumahnya.

Hobi nya memelihara burung lovebird, berubah menjadi bisnis pada Tahun 2014 - 2017. Pasalnya burung lovebird sempat booming dengan melejitnya harga hingga puluhan juta bahkan ratusan juta.

Ia mengklaim saat booming burung lovebird, dirinya sampai kehabisan setok anakan. Bahkan, dari hobinya itu kata Ferry ia telah banyak membantu perekonomian dalam kehidupannya.

"Dulu lumayan hasilnya. Sekarang harganya turun jadi murah. Tapi saat ini saya sudah banyak pelanggan tetap dari komunitas kontes burung, jadi bisa sedikit membantu, "ujar Ferry tama.

Ia menambahkan, jika di jual kepada komunitas lomba burung harganya memang lumayan tinggi, tetapi harus memenuhi kualitas yang mereka inginkan seperti panjang pendeknya suara burung saat berkicau.

"Harganya lumayan misal yang beli tukang lomba burung, kan sekarang lagi rame. Tapi ya itu, rawatannya harus ekstra teliti dan agak rumit, "jelasnya.

Meski kini masa burung lovebird sudah mulai menurun, akan tetapi kecintaannya kepada hewan itu tidak luntur. Justru saat ini koleksi loverbird di tempat penangkarannya semakin bertambah. (Eko/gw)

BERITA TERKAIT