Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Friday, July 3, 2020

Tingkatkan Pariwisata Desa di Tengah Pandemi, Mendes Persilahkan Kades Gunakan DD Untuk Mengelola Wisata Desa


dok/fot: google.

gemawilis.com - Paska diterapkannya new normal, Dana Desa (DD) yang semula digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia desa, kini bisa dialihkan untuk penanganan dampak covid-19, seperti peningkatan pelayanan protokol kesehatan untuk wisata desa sesuai dengan protokol kesehatan.

Untuk kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata desa di tengah pandemic Covid-19. Menteri Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar terus melakukan formulasi.

Diantaranya adalah memperbolehkan kepala desa (kades) menggunakan dana desa (DD) dalam mengelola wisata desa. Memaksimalkan desa wisata, produk-produk pertanian, pemasaran daring dan permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Abdul Halim, meningkatnya jumlah wisatawan dapat mendorong perputaran ekonomi desa. "Ketika perputaran ekonomi di desa meningkat, maka pendapatan akan naik. Karena hampir 650 wisata desa itu di bawah naungan BUMDes, "ungkapnya di webinar nasional pedesaan, Kamis (11/6/2020).


Adanya dukungan anggaran dari DD tersebut diharapkan mampu menstimulus pariwisata desa yang sempat tutup sekitar 4 bulan lamanya.

Menteri Desa menyarankan kepada kepala desa untuk segera membuka wisata desa yang dikelola oleh desa atau BUMDes.

Yang menjadi catatan kepala desa, kata Menteri adalah penerapan protokol kesehatan standart new normal nasional. Sehingga dana desa yang digunakan dalam mendukung sektor pariwisata berdampak positif, meningkatnya perekonomian masyarakat desa.

“Akan terjadi ledakan warga desa atau daerah-daerah wisata desa akan mendapatkan kunjungan yang cukup maksimal. Ini akan kita antisipasi dengan menggerakkan padat karya tunai desa (PKTD) untuk melakukan pemeliharaan, perawatan, dan penyempurnaan tempat-tempat wisata milik desa, "ungkap sosok yang akrab disapa Gus Menteri itu. (Tim/gw)


Rekomendasi