Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, July 06, 2020

Ketatnya Persaingan Bisnis Kuliner, Tak Sedikit Para Pedagang yang Menggunakan Penglaris, Benarkah?

Gambar ilustrasi (fot: istimewa)
Gmawilis - Ketatnya persaingan bisnis kuliner di tengah masyarakat, tidak sedikit para penjual makanan yang memilih untuk menggunakan jalan pintas. Biasanya mereka memakai jasa makhluk gaib untuk melariskan jualannya. Atau memakai jimat khusus.

Umumnya para penjual warung atau pedagang makanan akan pergi ke dukun atau 'orang pintar' yang mengerti mekanisme berbagai pelaris dengan makhluk gaib.

Fonomena praktek semacam itu sudah bukan rahasia lagi di tengah kehidupan masyarakat, khususnya di Jawa, yang masih kental dan terkenal akan ilmu kleniknya. Penglaris bisnis kuliner memang sudah jamak dipakai sejak jaman dahulu.

Dikutip dari detikcom, Pakar budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini dalam wawancaranya menyebut praktik penglaris semacam itu sudah biasa digunakan para pedagang. Salah satu contoh, kasus yang belakangan ini sedang mencuat di media sosial. Seorang tukang bakso di Jakarta ketahuan pelanggannya saat sedang meludahi dagangannya.

"Ada kan kalau kita makan di warungnya enak banget, tapi kalau (makanan) dibawa pulang, rasanya hambar. Itu salah satu cirinya, "kata dosen Jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Abdul Jawat Nur, kepada detikcom, Jumat (26/6/2020).

Jawat menyebut praktik meludahi makanan sudah lama digunakan. Meski begitu, Jawat tidak mau menyebut daerah mana saja yang melakukan praktik ini.

"Saya tidak bisa tunjuk daerahnya ya. Banyak pedagang makanan yang menggunakan mantra penglaris, "terangnya.

Ia pun menceritakan ada juga praktik pengobatan menggunakan ludah. Dia menyebut ludah dari tokoh atau yang disebut guru itu digosokkan ke kedua tangannya lalu diusapkan ke pasien yang sakit. Dia menyebut penggunaan mantra sudah lama dikenal di Indonesia.

"Mantra itu macam-macam. Sebelum agama masuk ke Indonesia, bangsa kita sudah punya mantra. Mereka percaya pada hal-hal yang metafisik di luar kemampuan manusia, dan mereka meminta bantuannya melalui mantra, "jelasnya. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT