Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Sunday, July 12, 2020

Dongkrak Perekonomian Masyarakat Ditengah Covid-19, KKN Mahasiswa UNS Luncurkan Banyak Program di Desa Uteran

Mahasiswa UNS Surakarta. 
Gemawilis - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat hand sanitizer berbahan alami. Warida Rahmani atau yang kerap disapa Rida saat ini sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Penanganan Covid-19 UNS di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Madiun, Jawa Timur.

Rida membuat hand sanitizer tersebut menggunakan tanaman lidah budaya dan daun sirih yang banyak dijumpai di tempat tinggalnya. Rida mengungkapkan, bahwa hand sanitizer dapat dibuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar, termasuk tumbuh-tumbuhan.

“Saya membuatnya dari lidah buaya dan daun sirih, jadi memanfaatkan yang ada di lingkungan saya. Nah, jadi daun sirih merupakan antiseptik alami yang dapat membunuh kuman, kemudian lidah buaya dipakai sebagai pelembab di kulit. Selain itu, saya juga membuat video tutorial yang saya sosialisasikan kepada Ibu-Ibu arisan, "ungkapnya.

Menurut Rida, pembuatan hand sanitizer tersebut cukup mudah untuk dilakukan karena prosesnya cukup sederhana. Untuk proses pembuatannya, lidah buaya dan daun sirih dipotong kecil-kecil kemudian direbus secara terpisah selama 15 menit. Kemudian hasil rebusan daun sirih dan lidah buaya didinginkan terlebih dahulu.

Setelah dingin, kedua bahan tersebut kemudian dicampur di dalam satu wadah dan ditambahkan perasan air jeruk nipis. Perasan jeruk nipis ditambahkan sebagai aroma pada hand sanitizer.

Banyak program yang Rida usung untuk menangani permasalahan Covid-19 di desanya seperti pembuatan face shield, pembuatan masker kain, hingga supporting pemahaman masyarakat terhadap Covid-19. Banyak respons positif yang muncul dari masyarakat berkat program yang Rida usung selama menjalankan KKN.

“Alhamdulillah program yang saya jalankan mendapat respons positif dari warga Desa Uteran, baik dari Ketua RT, warga hingga pemuda karang taruna. Saya juga menggandeng mahasiswa dari IAIN Tulungagung dan IAIN Ponorogo untuk ikut membantu dalam program KKN saya sehingga terjalin kolaborasi, "terangnya.

Dalam mendukung perekonomian masyarakat, Ia juga membuat pasar daring melalui grup Whatsapp. Meskipun banyak marketplace daring, namun untuk jangkauan satu kecamatan yang cenderung kecil menurut Rida lebih efektif menggunakan grup Whatsapp.

“Kurang lebih ada sekitar 250 orang yang masuk dalam grup tersebut, terdiri dari seller dan buyer. Grupnya sangat aktif dan masyarakat juga sangat kreatif dalam berniaga secara online, "jelasnya.

Melalui pengabdian yang dilakukan, Rida berharap dapat menjadi pemacu semangat mahasiswa dan generasi muda lainnya. "Semoga saya dan teman-teman mahasiswa serta generasi muda lainnya dapat terus berkontribusi dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Semoga masyarakat juga selalu menerapkan protokol kesehatan dalam tatanan baru atau new normal ini, "pungkasnya. (Farid/gw)