Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, July 18, 2020

Ditutup Secara Permanen, Wisata Krikil Sewu Sebentar Lagi Akan Tinggal Cerita

Gemawilis - Sempat heboh dan menjadi perbincangan ramai di jagad media sosial beberapa bulan lalu, setelah gemawilis.com sempat menerbitkan. Kini nampak tinggal hitungan hari lagi lajur jalan yang selama ini disebut sebagai Wisata Reflexi tersebut hendak ditutup secara permanen.

Bukan netizen +62 namanya kalo tidak membuat sensasi heboh dan pusat perhatian. Nama Wisata Kritik Sewu atau Wisata Reflexi tersebut memang asli dibuat oleh netizen dimedia sosial, bahkan menurut sumber, dari para pemuda dan warga setempat lah awal mula nama itu muncul seiring pemasangan nama "Wisata Krikil Sewu" yang di pasang di salah satu pohon sekitar lokasi jalan itu.

Wisata Krikil Sewu bukan pemandangan alam ataupun tempat wisata semestinya yang disuguhkan, melaikan pemandangan jalan kerikil yang telah rusak parah tanpa adanya pembenahan sebelumnya.

Berada di dusun Ngesrep, desa Banjasari kulon, jalan itu menghubungkan daerah yang ada di Pasar Dungus menuju Ngesrep, Wates, Kamper, Nglumer dan seterusnya, yang merupakan wilayah kepunyaan Kecamatan Dagangan, Madiun.

Jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut, setiap harinya menjadi akses warga dusun Ngesrep dan sekitarnya menuju jalan raya terdekat. Selama ini jalan itu begitu sangat dikeluhkan warga apalagi saat musim hujan datang. Pasalnya kobangan air yang menggenang bak seperti sungai dadakan selalu muncul jika hujan turun.

Kini sentilan berupa ide bijak warga nampaknya didengar yang bersangkutan. Jalan tersebut kini nampak sudah dirabat beton dan tinggal beberapa hari lagi jalan derita yang mereka sebut Wisata Krikil Sewu itu hanya akan tinggal cerita saja.

Menurut salah satu warga setempat, Ngesrep, yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, dengan dibangunnya jalan tersebut aktivitas warga bisa semakin nyaman. Warga tidak perlu kuatir lagi saat melintas dijalan itu apalagi disaat musim hujan.

"Ya, senanglah. Kan sudah halus. Kalo musim rendeng (red-hujan) gak becek lagi. Ini kan buat akses utama warga Ngesrep, anak sekolah nanti pas musim hujan udah gak kuatir lagi, "kata warga Ngarep itu. (Dimas/gw)

BERITA TERKAIT