Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, June 03, 2020

Sekeping Surga yang Jatuh, Pesona Goa Landak di Hutan Tropis Kawasan Sajak, Desa Bodag

Pesona Alam Hutan Tropis Madiun Timur.
Gemawilis.com - Jika ngulik atau menjelajah Madiun Timur memang tidak akan ada habisnya. Beberapa wilayah yang ada di bagian timur Kabupaten Madiun ini memang sudah bukan rahasia lagi jika alamnya menyimpan sejuta kekayaan dan keunikan yang mempesona. Bisa dikatakan keindahan alamnya bak sekepin 'surga' yang jatuh.

Pesona alamnya yang masih asri, keramahtamahan penduduknya, dan masih banyak kekayaan alam yang tersimpan di beberapa sudut daerah ini, wilayah Madiun Timur seperti menjadi maghnet tersendiri bagi para pencinta alam yang hendak mengeksplor keindahannya.

Wilayah Madiun Timur seperti Dungus/Wungu, Kare, Gemarang, dan Dagangan, masih banyak alam yang sangat berpotensi yang belum banyak tersentuh oleh manusia. Potensi alamnya bisa dibilang sangat menakjubkan apalagi jika mendapat sentuhan dari para pengembang dan pemodal investasi di bidang pariwisata.

Salah satu tempat dari sekian banyak yang belum tersentuh adalah Goa Landak yang ada di daerah desa Bodag, dusun Sajak, Kecamatan Kare, Madiun.

Goa landak terletak di sebeah utara dusun Sajak, tepatnya berada ditengah hutan KPH Brumbun. Dusun Sajak sendiri berada di bagian paling barat dari desa Bodag atau dusun paling ujung dibagian barat - timur dari Kecamatan Kare, letaknya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Dagangan.

Di tengah hutan tropis KPH Brumbun ini selain ada lubang tanah yang katanya merupakan rumah daripada hewan landak, juga terdapat air terjun mini. Kenapa kami sebut mini, karena air terjun tersebut tidaklah terlalu tinggi, namun gemericik airnya cukup memberi pesona yang mampu menembus indera telinga, mata, bahkan perasaan dan hati tatkala kita berada di lokasi tersebut. Ditambah lokasinya yang berada di kawasan hutan tropis yang tentu saja akan semakin memberi pancaran keindahan tersendiri untuk jiwa-jiwa penikmat alam rimba.

Alam disekitar Goa Landak masih asri dan masih perawan, jalan yang menurun dan menanjak, ditambah dengan suguhan alamnya yang hijau royo-royo serta aliran sungai yang jernih membuat kita enggan untuk meninggalkan tempat tersebut jika kita sudah ada di lokasi Goa Landak.

Tempat tersebut di namai oleh orang sekitar dengan sebutan Goa Landak karena konon orang di sekitar tempat itu yakni warga dusun Sajak dan sekitarnya sering melihat hewan landak di daerah itu. Bahkan menurut saksi mata dulu Goa Landak merupakan tempat atau rumah hewan Landak di daerah situ. Setiap hari Landak sering kelihatan dengan jumlah yang sangat banyak di sekitar hutan tersebut. Saking banyaknya hewan berduri yang ada di daerah Goa situ sampai ada yang bilang tempat tersebut merupakan kerajaan atau istana para Landak. Serem.

Bahkan sebagian warga ada yang mengatakan pada saat hewan landak masih banyak, tempat tersebut penuh dengan aroma mistik dan penuh misteri, sehingga pada waktu kerajaan landak tersebut dalam masa jayanya (baca-ketika masih banyak landak) jarang orang yang mendatangi tempat tersebut karena aroma mistiknya masih terasa kental.

Sayang dengan berkembangnya jaman landak-landak tersebut sudah mulai punah karena perburuan liar untuk diperjual belikan. Kekayaan alam dan kearifan lokal pun semakin hari semakin terkikis punah dan hilang oleh tangan-jangan jahil manusia.

Untuk menuju Goa Landak sendiri medannya memang tergolong sulit, tempatnya yang tersembunyi dan akses jalan yang naik turun tebing menjadikan tempat tersebut belum banyak yang mengetahuinya. (Benot/Tj/gw)