Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, June 19, 2020

Pesilat dari Luar Madiun Ngamuk, Rumah dan Warga Jadi Sasaran


Keributan terjadi antar kedua perguruan silat di wilayah Sugihwaras, Saradan.

gemawilis.com - Ratusan massa saling serang dan saling lempar batu terjadi di desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Madiun.

Seperti yang diberitakan dalam tayangan video JTV Madiun, kerusuhan tersebut berlangsung pada Kamis (18/6/2020) sore, setelah massa pulang dari mengikuti sidang virtual persengketaan Yayasan Setia Hati Teratai di PN Kota Madiun.

Petugas TNI Polri yang ada di lokasi tidak mampu membendung amarah para pesilat yang rata-rata masih berusia remaja.

Akibat dari bentrokan tersebut, sejumlah rumah warga menjadi korbannya dan rusak pada bagian genting, kaca jendela dan pintu rumah karena terkena lemparan batu. Diduga perusakan rumah yang terjadi dilakukan oleh oknum pesilat dari luar Madiun.

Kemudian rumah warga yang rusak akibat bentrokan itu langsung dipasangi garis polisi dan dilakukan olah TKP oleh tim Inavis Polres Madiun.
Seorang warga setempat Dwi Nuryanto kepada JTV Madiun saat dimintai keterangan mengatakan dirinya tidak tau, massa tiba-tiba datang dan terjadi tawuran.

"Kurang tau, saya sendiri pas ada di dalam rumah. Tiba-tiba terjadi pertempuran di sana. Terus katanya ada saksi yang melihat terjadi pertengkaran disini. Gak tau, sampai rumah yang gak tau apa-apa sampai rusak kaya begini dilempari batu, "katanya sambil nunjuk daun pintu yang rusak.

Tak hanya itu, sejumlah warga dan anak-anak yang sedang berada di lokasi juga menjadi korban dari bentrokan terebut. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit terdekat guna mendapatkan perawatan.

Kapolres Madiun Kota AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan kejadian tersebut.

"Ini sementara kita tindaklanjuti, pelaku-pelaku yang melakukan pengrusakan masih dalam proses penyelidikan. Area lokasi terjadinya benterokan sudah kami proses untuk olah TKP, "ungkap Kapolresta Madiun.

Kini pihak Polisi tengah melakulan penyelidikan guna mengusut terkait kasus tersebut. Termasuk memburu oknum yang diduga sebagai pelaku provokator kejadian benterokan. (Tim/gw)