Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Wednesday, June 10, 2020

Mediasi Alot, Tidak Menemukan Titik Temu, Warga Desa Winong Lapor ke Kejaksaan Madiun

Gemawilis.com - Masyarakat desa Winong, Kecamatan Gemarang, akirnya melaporkan atas dugaan persoalan terkait pembangunan infrastruktur di desanya yang asal-asalan ke ranah hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun.

Hal tersebut mengusul paska mediasi masyarakat dengan pihak desa pada Senin (8/6/2020) lalu yang tidak menemukan titik temu antar kedua belah pihak.

Seperti yang di beritakan oleh JTV Madiun, hari ini Rabu (10/6/2020) perwakilan masyarakat desa Winong, Slamet dan Wagio membawa dan menyerahkan berkas terkait dugaan fisik di desanya yang amburadul dilaksanakan tim pengelola kegiatan atau TPK desa Winong ke Kejaksaan Madiun.

Kedua perwakilan warga Winong tersebut diterima oleh perwakilan Kejaksaan Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Kabupaten Madiun Nurhadi. Slamet dan Wagio melaporkan sedikitnya ada 8 paket pekerjaan infrastruktur yang diduga tidak sesuai dengan bestek.

Slamet Riyadi mengatakan bahwa masyarakat melaporkan pembangunan yang ada di desa Winong mengenai kualitas dan kuantitas yang kurang maksimal dan tidak sesuai dengan biaya yang di keluarkan.

"Kualitasnya tidak sesuai, istilahnya tidak sesuai dengan biaya awal. Yang jelas dari biaya semua tidak sesuai, "kata Slamat Riyadi saat diwawancarai JTV Madiun.

Sementara itu, Perwakilan dari Kejaksaan Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Madiun, Arief Fatchurrohman menanggapi terkait laporan perwakilan dari masyarakat desa Winong tersebut pihaknya masih akan menelaah poin-poin berkas yang terlampir.

Sebelumnya pihak Kejaksaan pun sudah mewantiwanti terkait penggunaan dana desa sejak awal tahun 2020 lalu melalui bimbingan teknis atau bimtek terkait tranparansi baik fisik maupun jasa mulai dari perencanaan hingga penggunaan.

"Kita akan telaah dulu. Dari hasil telaah itu nanti kita baru tau kelanjutannya. Saat ini belum bisa sampai kesana. Sebelumnya dari Bimtek sudah kita wantiwanti mereka untuk transparansi, "kata Arief Fatchurrohman. (Tjr/gw)

Rekomendasi