Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, June 18, 2020

Majelis Hakim Menyatakan Tidak Ada yang Kalah Maupun yang Menang, Sidang Sengketa PSHT di PN Kota Madiun


Kantor Pengadilan Negeri Kota Madiun.

gemawilis.com - Personil dari keamanan Polri maupun TNI selama di gelarnya sidang di Pengadilan Kota Madiun terus berjaga untuk keamanan terkait prosesi sidang perdata persengketaan di tubuh Yayasan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), Kamis (18/6/2020).

Sidang gugatan perdata PSHT di PN Kota Madiun tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Astuti dengan Anggota Hakim Wuryanti dan Murdian Ekawati.

Hasil dari putusan perkara sidang perdata tersebut dinyatakan tidak bisa diterima karena saat ini ada gugatan dengan materi yang sama yang tengah di periksa di tingkat Kasasi.

Sementara, Humas Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun Endratno Rajamali dalam konfrensi persnya usai sidang dalam keterangannya menyatakan putusan perkara tersebut dinyatakan gugatan tidak dapat diterima dikarenakan ada gugatan dengan materi yang sama sedang diperiksa di tingkat Kasasi.

“Berdasarkan putusan majelis hakim, baik pernyataan penggugat maupun tergugat tidak dapat diterima sehingga dinyatakan tidak ada yang menang maupun kalah karena ada gugatan dengan materi yang sama di tingkat kasasi, "ucapnya.
Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu selama 14 hari baik kepada penggugat maupun tergugat untuk mengambil sikap masing-masing.

Diketahui, saat ini kepengurusan Yayasan Setia Hati Terate ada dua. Keduanya saling klaim sebagai pengurus yang sah.

Konflik berawal saat "Parapatan Luhur" (Parluh) atau musyawarah besar PSHT yang digelar Maret 2016. Saat itu, Majelis Luhur memutuskan M Taufik sebagai Ketua Umum PSHT periode 2016-2021. Karena sejumlah alasan, pada Oktober 2017 PSHT menggelar Parluh di Padepokan Agung PSHT di Madiun.

Parluh itu menghasilkan keputusan R Moerdjoko HW sebagai Ketua Umum PSHT menggantikan M Taufik. Selanjutnya konflik kepemimpinan itu berlanjut sampai ke meja hijau.(Tim/gw)

BERITA TERKAIT