Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, June 03, 2020

Harga Bijinya Selangit, Porang Telah Melahirkan banyak Orang Kaya Baru di Madiun dan Seantero Tanah Air

Porang kian diburu dan menjadi tanaman paling di ganderungi oleh para petani serta pelaku agrobisnis.
Gemawilis - Siapa yang tidak kenal porang. Maklum tanaman ini kini paling diburu dan sangat dicari. Terutama untuk keperluan industri yang diekspor ke Jepang dan Cina.

Bukan hanya di Madiun porang menjadi primadona, namun di berbagai belahan nusantara porang sudah menjelma mejadi bintang tanaman pertanian yang paling terpopuler saat ini.

Porang atau tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri, dalam beberapa tahun ini memang sudah memunculkan potensi ekonomi yang menjanjikan. Bahkan tanaman porang telah melahirkan banyak orang kaya baru di Madiun Timur dan seantero tanah air.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan "jelly" yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang.

Porang memang telah menjelma menjadi tanaman bernilai ekonomis tinggi yang banyak manfaat seperti tepung, chip (serpihan umbi porang yang sudah dikeringkan), pati, serat, pasta, dibuat aneka kue, mie, snack, kalogen, antikolesterol, surfaktan, bahan baku farmasi, kosmetik, pembalut, kompos, pakan, pasta lem pesawat dan banyak lagi bentuk olahan lainnya.

Namun bukan umbinya saja yang membuat para petani ketiban rezeki di masa panen sekarang ini, tapi biji atau bunga porang (baca-katak) juga bernilai jual sangat tinggi.

Ditengah pandemic Covid-19 yang membuat ekonomi terguncang para petani yang sedang memanen hasil tanam porangnya seperti mendapat suntikan dana segar. Sebab selain umbi porang, biji porang juga akan dihargai sangat mahal.

Dari informasi yang kami dapat per hari ini, Rabu (3/6/2020) untuk porang dipasaran harga berkisar antara 10 ribu - 12 ribu/kilo gram, sedangkan untuk umbi (bibit umbi untuk ditanam) sekitar 20 - 25 ribu/kilo gram, kemudian untuk biji atau pubil (katak) di hargai jauh lebih tinggi yakni berkisar Rp 120 hingga 130/kilo gram. (Dian P/gw)