Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, June 25, 2020

Wah Keren, Madiun Timur Punya Endelweiss, Bunga Lambang Keabadian 'Cinta'

Gemawilis - Bunga abadi atau bunga edelweis adalah bunga yang seharusnya abadi di alamnya sendiri. Edelweis adalah bunga yang menjadi dekat dengan para pendaki gunung, saking dekatnya sampai banyak pendaki nakal yang mendekatkannya ke dalam tas carriernya.

Ada banyak fakta bunga edelweis yang kurang diketahui oleh para pendaki. Para pendaki pada umumnya hanya tahu bahwa bunga edelweis adalah bunga abadi, serta lambang mitos akan keabadian cinta.

Bunga edelweis menjadi terancam karena julukan bunga abadi yang disandang dirinya secara sepihak. Sekarang makin banyak pendaki bandel yang nekat memetik bunga edelweis dan dibawa pulang.

Julukan bunga abadi diberikan karena adanya hormon yang bisa mencegah kerontokan bunga. Menurut sejarah, bunga edelweis pertama kali ditemukan oleh naturalis asal Jerman bernama Georg Carl Reinwardt pada tahun 1819 silam di lereng Gunung Gede (jawa barat) kemudian diteliti lebih lanjut oleh oleh botanis asal Jerman lainnya bernama Carl Heinrich Schutz.

Bahkan pernah ada lagu tentang bunga edelweis, yang pernah dinyanyikan pada film The Sound of Music pada tahun 1965.

Bunga edelweis biasanya tumbuh di tempat dengan ketinggian sekitar 2000 mpdl ke atas, juga tergantung dengan suhu udara dan kelembapan pada ketinggian tersebut.

Pohon edelweis biasanya juga hanya akan berbunga saat musim hujan telah berakhir, sehingga pancaran matahari datang secara intensif. Biasanya bulan april hingga september.

Maka dengan ditemukannya dan tumbuhnya edelweis di Puncak gunung Kukusan seakan menjadi berkah alam Madiun Timur. Karena tidak semua gunung ditumbuhi bunga edelweiss. Tapi sayang, belum adanya pengelola untuk ketertiban para pendaki Kukusan beberapa bunga langka yang tumbuh di atas Kukusan semakin hari semakin sulit berkembang hidup.

Tim Primitive Adventure Madiun, GW dan Masyarakat sekitar Kukusan berniat ingin menyelamatkan Edelweis dari tangan-jangan jahil supaya si bunga keabadian bisa tumbuh banyak di atas Kukusan. Sehingga kedepan Kukusan bisa menjadi tempat wisata pendakian yang ada di Madiun Timur, supaya bisa mendukung perekonomian masyarakat pedesaan.

Pendakian yang dilakukan oleh tim Primitive Madiun, tim GW dan warga setempat Kagok, desa Bodag, Kec. Kare, pada hari Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6/2020) kemarin masih sebatas untuk mensurvey alam sekitar dan meneliti potensi apa yang bisa dikembangkan untuk Kukusan. Selanjutnya tim akan melakukan kerjasama dengan pihak terkait seperti pihak pemangku Gunung Kukusan/Perhutani dan juga pihak desa.

Karena selama ini pihak Primitiv Madiun dan Gemawilis sangat menyangkan keadaan Gunung Kukusan yang dijadikan pendakian ilegal. Para pendaki menurut penelitian dari tim Primitive Madiun sering melakukan pendakian ke puncak Kukusan tanpa izin. Dengan begitu keberadaan bunga edelweis di atas Kukusan sangat rawan akan kepunahan belum lagi sampah plastik yang sering dibuang oleh para pendaki di kawasan Kukusan.

Setelah mensurvey lokasi Kukusan tim Primitive Madiun akan menyimpulkan dan mengambil sikap. Jika dirasa bisa untuk di kembangkan, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait untuk menjadikan Kukusan menjadi wisata pendakian supaya alam Madiun Timur bisa semakin maju, aman dan ramah untuk pendaki serta keberadaan bunga edelweis bisa tumbuh dengan baik dan tidak punah. (Tim/gw)