Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Tuesday, June 9, 2020

Corona Tak Kunjung Pergi, Para Pekerja Seni di Madiun Timur Resah dan Harus Putar Strategi

Yoko, Ketua Paguyuban Reog Singgoro Wilis.
Gemawilis - Merebaknya wabah corona memberi pengaruh yang sangat besar bagi sector perekonomian bangsa. Akan terlihat serius dan signifikan jika dilihat dari sisi global ekonomi Indonesia, karena berdampak pada lesunya perdagangan dalam dan luar negeri.

Selain daya beli masyarakat yang kian menurun karena perputaran uang yang semakin minim, membuat usaha-usaha kecil dan menegah nyaris lumpuh. Masyarakat pun harus dituntut untuk memutar strategi agar tetap bisa bertahan di tengah dampak tekanan akibat pandemic ini.

Panjangnya masa pandemic Covid-19 yang tak juga kunjung berhenti pun membuat sejumlah seniman Reog di Madiun Timur menjadi resah. Pasalnya, sejak pandemic Covid-19 ini mewabah mereka tidak lagi bisa manggung, alias sepi job.

Salah satu contoh adalah Paguyuban Seni Reog Singgoro Wilis, dusun Bodag, desa Bodag, Kecamatan Kare, Madiun, pimpinan Listioko.

Ditemui di kediamannya pada Minggu (7/6/2020) di dusun Bodag RT 10/3, Ketua Reog Singgoro Wilis tersebut mengaku, sejak merebaknya virus Corona ia bersama anggotanya yang berjumlah kurang lebih 30 orang sepi dari job. Kegiatan mereka pun vakum total.

"Total mas, tidak ada kegiatan sama sekali. Mau gimana lagi, orang hajatan juga gak ada, kami hanya bisa pasrah saja sama keadaan ini sambil memutar strategi, "jelasnya.

Listioko menambahkan selama pandemic omzetnya menurun drastis. Padahal menurutnya sebelum pandemic terjadi, banyak sekali yang menggunakan jasanya untuk mengisi acara terntentu.

"Sekarang sudah tidah ada lagi. Karena tidak memungkinkan ada penyelenggaraan atau event-event yang sifatnya mengumpulkan banyak orang, "tuturnya.

Lebih lanjut ia juga berharap besar, pandemi segera cepat berlalu sehingga bisa kembali berkarya agar dapat kembali mengumpulkan pundi-pundi untuk keluarganya.

"Harapan kami semoga pemerintah nantinya memberi prioritas kepada pekerja seni untuk membantu dalam membangkitkan kembali geliat usaha kami. Dan saya rasa bukan paguyuban kami saja satu-satunya yang terdampak. Sebab di madiun timur sendiri sangat banyak para pekerja seni baik reog maupun yang lain, "tandas Listioko. (Tjr/gw)

Topik Lain