Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, June 23, 2020

Bagikan Raport, MTsN 9 Madiun - Kare, Terapkan Protokol Covid, Orang Tua Murid Wajib Lewat Bilik Desinfektan

Semua wali murid saat masuk di tes suhu.
Gemawilis - Dalam melaporkan hasil perkembangan pendidikan siswanya atau pembagian raport, MTs Negeri 9 Madiun, atau biasa masyarakat menyebutnya MTsN Kare, karena letaknya ada di desa Kare, Kecamatan Kare. Pihak sekolah melakulan prosedur sesuai dengan himbauan Dinas Kesehatan yakni menerapkan protokol Covid-19.

Selasa (23/6/2020) pihak sekolah menyerahkan raport secara langsung kepada orangtua murid yang datang ke sekolahan. Penerapan protokol guna pencegahan penyebaran dan untuk memutus matarantai Covid-19 pun dilakukan dengan ketat oleh pihak sekolahan MTsN 9 Madiun tersebut.

"Konsep pembagian raport kami lakukan dengan ketat sesuai himbauan dari Depag, dan juga dari dinas pendidikan serta SE Bupati yang berlaku. Supaya semua aman sekaligus juga upaya kita bersama untuk memutus matarantai virus, "kata salah satu guru yang sedang berjaga di depan pintu gerbang sekolah.

Sekolah juga menerapkan kebijakan pengambilan raport secara langsung harus dilakukan hanya oleh orang tua siswa. Siswa bersangkutan tak diperkenankan turut ke sekolah.

Orang tua yang mengambil raport juga diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak. Pihak sekolah sendiri juga sudah menyediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi sabun atau cairan pembersih tangan lainnya.

Bahkan sebelum masuk ke sekolahan para orang tua murid harus melewati bilik disinfektan yang sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah di pintu gerbang.

Selain itu, guru dan pihak sekolah lain yang terlibat pembagian raport juga memakai alat pelindung diri (APD). Nampak siswa dan pihak sekolahan juga lengkap dengan memakai masker wajah berbahan plastik.

Menurut pihak sekolah, proses pembagian raport sendiri dibagi ke dalam beberapa tahap, bukan sekaligus dalam satu hari. Di jadwalkan untuk beberapa hari dengan kelas yang berbeda-beda.

"Tahapannya tidak sekali dalam satu hari, karena untuk membatasi orang tua yang datang supaya tidak terjadi antrian, "jelas salah satu guru. (Wjr/gw)

BERITA TERKAIT