Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Wednesday, May 6, 2020

PSHT dan PSHW Rayon Ketandan Dagangan Kompak Pasang Baleho Bersama

PSHT dan PSHW pasang Baliho bersama.
Gemawilis - Dianggap selalu identik dengan permusuhan, dua organisasi pencak silat Madiun, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winonggo (PSHW), memperlihatkan kekompakannya sekaligus menepis anggapan tersebut.

Dua Baliho gagah berdiri bersama pada Selasa (5/5/2020) malam, di dusun Nguren, RT.13/03, desa Ketandan, Kecamatan Dagangan. Baliho ucapan Selamat Idul fitri terebut tak lain milik dua organisasi pencak silat PSHT dan PSHW, Rayon Ketandan, Kecamatan Dagangan, Madiun.

Pemilihan tempat pemasangan baliho di dusun Nguren RT 13/03 sendiri karena tempat tersebut merupakan dusun yang strategis di desa Ketandan dan paling dekat dengan kantor balaidesa Ketandan.

Pendirian dua baleho besar lambang pencaksilat terbesar di Madiun tersebut menjadi sebuah potret kebersamaan saling dukung dan saling menguatkan antar kedua organisasi.

Ada satu momen bagus dan mengesankan disaat proses mendirikan baliho, setelah baleho PSHT lebih dulu didirikan, kemudian disusul baleho kedua yaitu PSHW. Namun posisi baleho PSHW lebih tinggi sekitar 30cm, kemudian semua warga gotong royong kembali untuk membongkar ulang dan menginginkan kedua baleho berdiri seimbang dan sama rata.

Sebelumnya masing-masing rayon akan mendirikan baliho di tempatnya masing-masing di daerah mereka, yang sama-sama masih di lingkup desa Ketandan, namun berkat arahan dari para sesepuh ahirnya keduanya sepakat dan setuju untuk saling gotong royon.

Pemasangan baliho sediri dilakukan secara gotong royong dari kedua belah pihak, PSHT dan PSHW di bantu warga setempat selepas solat tarawih.

Bayu, perwakilan dari PSHT rayon Ketandan mengatakan kebersamaan ini bisa menjadi contoh daerah lain dan tentunya tidak hanya dari PSHT maupun PSHW saja, namun semua semua organisasi pencak silat yang ada di Madiun.

"Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi contoh daerah lain, jika kebersamaan akan lebih indah. Sudah saatnya berdiri bersama kompak dan saling mendukung, "kata Bayu.

Senada dengan pihak PSHT, Bima perwakilan dari PSHW rayon Ketandan, pihaknya juga berharap kegiatan positif ini bisa terus berjalan untuk kedepannya guna menjalin kebersamaan seperti ini.

"Kita mengawali kebersamaan ini dari arus paling bawah, semoga nantinya semua perguruan pencak silat di Madiun bisa seperti ini guna menjalin silaturahmi dan menjaga kekompakan, "paparnya.

Mas Fauzi, Kasun Nguren desa Ketandan sebagai pelopor didirikannya kedua baleho bersandingan itu juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya ini merupakan kegiatan positif demi menjaga kebersamaan antar PSHT dan PSHW, kususnya di desa Ketandan.

Fauzi selaku Ketua Dusun mengatakan, ia ingin memulai kerukunan hususnya antar perguruan dimulai dari lingkungan sekitar, dan harapannya ingin desa Ketandan menjadi pelopor persatuan dan kerukunan untuk daerah-daerah lain.

"Kegiatan yang positif, dan masyarakat pun simpati dengan hal ini, semoga kebersamaan dulur-dulur PSHT dan PSHW ini bisa terus terjaga, tentunya ini berkelanjutan dengan kegiatan-kegiatan sosial di lain kesempatan, "pungkas Fauzi. (Farid pmb/gw)

Topik Lain