Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Saturday, May 30, 2020

Perindu Ketinggian Ahirnya Mendapat Penawar Rindu di Puncak Kukusan, Pelepasan Ular Phiton Adventure Primitive Madiun

Tim Primitive Madiun sesaat sebelum melakukan
pendakian ke Gunung Kukusan di Desa Bolo, Kare Madiun.
Gemawilis - Pendakian Primitive Adventure Madiune ke Gunung Wilis puncak Kukusan. Kegiatan rutin pendakian gunung ini dilakukan setiap bulan 2 - 3 kali yang biasa dilakukan Primitive Adventure Madiun.

Namun karena adanya wabah virus Corona akirnya kegiatan rutin mereka terhenti sekitar 2 bulan selama pandemi Corona, membuat anggota pecinta alam ini rindu akan alam raya, gunung.

Berawal dari informasi dari gemawilis.com yang di unggah di kanal youtube GWTV Chanel, Rabu (27/5) bahwasannya ada spot gunung yang bisa untuk di jamah untuk ngobatin kerinduan. Akirnya Keesokannya, Kamis (28/5/2020) Primitive Adventure langsung prepare, packing, dan berangkat dibantu oleh tim gemawilis untuk menuju desa terahir tempat titik awal mendaki.

Selain melakukan pendakian ke Gunung Kukusan, tim Adventure Primitive Madiun juga sekaligus melakukan bagi masker dan desinfektan ke desa-desa di sekitar Gunung Kukusan dan juga pelepasan satwa liar berjenis ular phiton ke habitat alamnya di daerah lereng Gunung Kukusan.

Dengan perlengkapan standard pendakian (tenda, flysheet, tracking pool, sleeping bag, senter, jas hujan, P3K, sepatu standard, kompas, GPS, dan lain-lain), anggota primitive adventure siap dengan segala kemungkinan resiko alam, terlebih medan kali ini belum samasekali di jamah oleh anggota dan memang masih sangat alami.

Tiba di kampung terahir Kampung Kagok, pukul 10:00 wib, hari Kamis (28/5), tim langsung melakukan persiapan di tempat Mas Suharto salah satu tim gemawilis, sambil menunggu masuk waktu Dluhur, pukul 12.30 Wib, setelah sholat Dluhur tim persiapan berangkat masuk jalur pendakian.

Pukul 15.00 wib, hujan tak kunjung reda, karena takut kemalaman, akirnya tim memutuskan untuk mengenakan jas hujan, memastikan sepatu aman, memasang trasbag pada tas keril masing-masing, dan bersahabat dengan hujan, memulai pendakian bersama hujan.

Dalam catatan tim primitive adventure selama pendakian diantaranya medan yang masih sangat lebat dan banyak jalur bercabang memungkinkan pendaki yang kurang persiapan bisa tersesat. Medan summit attack yang sangat ekstrim sangat membahayakan pendaki terlebih saat angin kencang.

Selain itu view yang disuguhkan kukusan terbilang sangat indah meski tak semenawan gunung-gunung spot pendaki seperti Arjuno, Lawu, atau gunung-gunung Jawa tengah, namun kukusan sudah sangat istimewa terlebih ia memiliki tingkat ke natural-an yang sudah hampir tak dimiliki kebanyakan gunung lain. Di tambah lagi warga sekitar lereng kukusan hususnya dusun kagok, sangatlah ramah.

Setelah berhasil turun dari pendakian, Primitive adventure berencana akan kembali ke Gunung Kukusan untuk melakukan bakti alam seperti pembenahan jalur yang sudah rapat tertutup ilalang besar, sebagian longsor, dan faktor alam lain, serta pemberian tanda arah pendaki agar lebih aman dan jauh dari resiko tersesat.

"Kami juga berencana melakukan pemasangan alat bantu pengamanan pendaki di jalur summit attack, "tutur Farid salah penggagas komunitas Primitive Adventure Madiun saat memberi kabar pada Jumat (29/5) setelah berhasil turun dari puncak Gunung Kukusan.

Pendaki yang terlibat; Farid (penggagas komunitas Primitive Adventure Madiun), Bima Primitive, Rengga Primitive, Roni Primitive, Ketty Primitive, Haryo (pacar Ketty), Dicky Bonsai. (Tim/gw)


Rekomendasi