Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, May 28, 2020

Pengusaha Mebel Ds. Randualas dapat Bantuan BST, Kemudian Dialihkan ke Warga yang Lebih Membutuhkan


Pak Tukimin (baju biru) saat menerima pengalihan bantuan BST dari Pak Suratmin, di dampingi pihak keamanan setempat (dok/fot: Agus Hudiyanto)

Gemawilis - Warga Dusun Slaji, Desa Randualas, Kecamatan Kare, Madiun, mengalihkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar 600 ribu dari Kemensos kepada warga lainnya. Ia beralasan bantuan tersebut tidak tepat sasaran atau nyasar.

Pengalihan bantuan itu dilakukan oleh Pak Suratmin Bos atau pemilik usaha Mebel Karya Dimensi, desa Randualas, Kamis (28/5/2020) dengan didampingi petugas terkait Babinsa dan Babinkantipmas desa Randualas.

Di tengah dampak pandemi Covid-19, Pak Suratmin masih bisa mengandalkan beberapa usahanya dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, meski usaha mebelnya sendiri juga terdampak imbas dari virus Corona. Namun bantuan yang diperoleh berupa dana sebesar 600 ribu tersebut tidak ia terima, karena menurutnya masih banyak warga lain yang lebih membutuhkan.

Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat Pak Agus Hudiyanto mengatakan bukannya beliau pak Suratmin tidak butuh, namun ia merasa masih banyak warga lain yang seharusnya lebih berhak mendapatkan.

"Jadi pak Suratmin ini bukannya tidak butuh, sama saja semua terdampak. Tapi karena masih ada warga lain yang lebih butuh dan kebetulan tidak tercatat atau mendapat bantuan BST makannya beliau sangat peduli dan respon dengan keadaan saudara di lingkungannya, "kata P. Agus Hudiyanto saat di konfirmasi media.

Adapun penerima pengalihan bantuan dari pak Suratmin ialah warga yang masih tinggal di lingkungan dusun Slaji, yakni pak Tukimin yang merupakan seorang petani dan pekerja serabutan.

Selain itu P. Agus Hudiyanto juga menambahkan, jika hal semacam ini bisa dijadikan contoh warga lain yang merasa sudah mampu tetapi mendapat bantuan nyasar, untuk ikut peduli dengan keadaan tetangga atau warga lingkungannya yang lebih membutuhkan.

"Alhamdulillah, ini bisa jadi contoh kita semua, jika memang sudah merasa mampu tetapi mendapat bantuan, ya sadar dirilah. Semua memang terdampak tetapi tidak semuanya terdampak dalam segi finansialnya. Ya, memang semua hak dari masing-mading penerima, tetapi setidaknya di tengah kondisi seperti ini berbuat bijak akan lebih baik untuk membantu saudara, tetangga dan juga pemerintahan, "papar P. Agus Hudiyanto. (TJ/gw)

BERITA TERKAIT