Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, May 15, 2020

Penemu Ikan Mujair?



Gemawilis - Ternyata ikan mujair (Oreochromis Mossambicus) yang digemari di Indonesia, berasal dari nama Mbah Moedjair, di tahun 1936.

Mbah Moedjair memiliki nama asli Iwan Muluk lahir pada tahun 1890 di desa Kuningan (3 km arah timur dari pusat kota Blitar, Jawa Timur). Beliau menikah dengan Partimah dan memiliki 7 orang anak.

Semasa hidupnya Mbah Moedjair memiliki sebuah warung sate yang sangat populer. Namun karena mbah Moedjair memiliki kebiasaan berjudi, pada akhirnya usaha satenya mengalami kebangkrutan yang membuat beliau terpuruk.

Di tengah keterpurukan usahanya, kepala desa Papungan, Muraji, mengajaknya melakukan tirakat di Pantai Serang. Di pantai inilah Mbah Moedjair menemukan sekelompok ikan yang unik. Ikan ini aneh, mereka menyembunyikan anak-anaknya di mulut pada saat terancam bahaya. Karena tertarik akirnya mbah Moedjair membawa 15 ekor ikan untuk dipeliharanya di rumah.


Namun karena habitat yang berbeda, ikan yang dibawa Mbah Moedjair dari pantai tersebut tidak bisa bertahan hidup di air tawar. Namun mbah Moedjair tak patah semangat. Beliau mulai rajin melakukan riset dengan tekat bahwa ikan ini harus bisa hidup di habitat air tawar.

Beliau mulai merubah-rubah komposisi air tawar dan air laut hingga menemukan campuran yang tepat untuk memelihara ikan baru ini. Usaha gigih tersebut berhasil pada percobaan ke-11. Perlu diketahui, untuk setiap percobaan, mbah Moedjair harus pulang pergi ke Pantai Serang dari desa Papungan yang jaraknya 35 kilo dengan berjalan kaki melintasi hutan selama dua hari, pulang dan pergi.

Keberhasilan mbah Moedjair membawa ikan jenis baru ke kolam halaman rumahnya membuat nama mbah Moedjair menjadi lekas terkenal. Dari satu kolam kemudian berkembang menjadi tiga. Ikan hasil budidayanya dibagi-bagikan ke tetangga dan sisanya di jual ke pasar dan dijajakan dengan sepeda kumbang.

Berita mengenai mbah Moedjair juga rupanya menarik perhatian Asisten Resident (penguasa wilayah Jawa Timur pada masa penjajahan Belanda) yang berkedudukan di Kediri.

Asisten Resident yang juga seorang peneliti tersebut kemudian melakukan penelitian mendalam tentang ikan spesies baru sekaligus mewawancarai mbah Moedjair. Berdasar hasil penelitian dan literatur yang ada, diketahui bahwa spesies ikan mbah Moedjair berasal dari perairan laut Afrika.

Kemudian sebagai bentuk penghargaan atas usahanya selama ini, Asisten Resident memberikan nama ikan spesies baru ini sesuai dengan nama penemunya, yaitu Moedair (mujair).

Perkembangan selanjutnya, mbah Moedjair banyak menerima anugerah penghargaan dari berbagai pihak karena ikan hasil temuannya disukai banyak orang bahkan sudah mulai mendunia.

Beberapa penghargaan yang diterima mbah Moedjair diantaranya adalah dari Eksekutip Committee Indo Pasifik Fisheries Council pada tahun 1954. Sementara penghargaan dari pemerintah Indonesia diterima pada 17 Agustus 1951 dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.

Mbah Moedjair meninggal pada tanggal 7 September 1957 karena penyakit asma dan kemudian dimakamkan di Blitar. Batu nisan makamnya bertuliskan “MOEDJAIR, PENEMU IKAN MOEDJAIR” lengkap dengan ukiran ikan mujair. (gw)

BERITA TERKAIT