Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, May 13, 2020

Limabelas Tahun Berjualan Menu Berbuka Puasa, Lapak Mak Mini Tetap Ramai di Tengah Pandemi Corona

Semangat para penggerak ekonomi kecil di bulan ramadhan, pandemi tak menyurutkan usaha untuk tetap mengais rejeki tahunan.
Gemawilis - Sudah menjadi kebiasaan rutin jika bulan puasa tiba para pelaku usaha kecil yang berprofesi sebagai penjual kuliner menjadikan bulan ramadhan sebagai momen untuk mengais rejeki tahunan. Baik di perkotaan maupun di daerah pedesaan. 

Usaha kecil menengah memang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain menjadi penyedia jaring pengaman bagi masyarakat yang berpendapatan rendah hingga menengah untuk menjalankan kegiatan perekonomian secara produktif.

Tetapi 2 tahun ini memang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab selama 2 tahun ini umat muslim harus menjalani cobaan ibadah puasa ramadhan dan idul fitri di tengah suasana kurang sedap karena adanya wabah penyakit menular Covid-19.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para usaha kecil menengah untuk berjuang dalam terpaan badai corona. Hal tersebut seperti yang dilakoni oleh Mak Mini, penjual menu berbuka puasa di pertigaan Pasar Gondosuli, Kecamatan Kare, Madiun.

Limabelas tahun berdagang menu buka puasa lapak Mak Mini selalu ramai diserbu para pelanggan setianya. Setiap sore beraneka macam pilihan menu masakan dengan harga yang terjangkau pun ludes terjual sebelum waktu buka puasa tiba.

Warga Padaplang, Desa Kare, Kecamatan Kare, Madiun ini, setiap sore dengan dibantu sang anak selama bulan puasa biasanya mulai berjualan selepas waktu ashar atau sekitar jam 15.00 Wib dan pulang selepas maghrib.

Dengan tetap taat menjalankan himbauan dari pemerintah yaitu berjualan dengan menggunakan masker, mak Mini dengan anaknya terlihat bersemangat melayani para pembeli.

Meski tahun ini menurutnya ada sedikit penurunan omset, namun ia tetap bersyukur jika ramadhan di tahun ini beliau tetap masih bisa menggelar dagangannya di pojok pertigaan pasar tersebut.

"Alhamdulillah, masih diberi kelancaran. Penurunan tetap ada dibanding tahun sebelumnya, tapi ya tetap bersyukur. Ramai tahun kemarin yang beli, mungkin karena ada corona dan yang mudik jarang, jadi puasa tahun ini kurang ramai, "tuturnya. Rabu (13/5/2020) sore.

Pasar Gondosuli sendiri berdasarkan pantauan media memang menjadi tempat yang paling ramai yang ada di wilayah Madiun Timur selama ini. Wajar jika setiap sore menjelang berbuka puasa ruas jalan yang ada di sekitaran pasar berjibun terdapat beberapa titik kegiatan massa, baik warga yang sekedar berjalan-jalan maupun aktifitas para pedagang makanan.

Semangat yang diperlihatkan oleh warga dalam beraktifitas kususnya para pedangan makanan, menjadi potret nyata jika virus pandemi corona bukanlah sesuatu hal yang menakutkan dan bisa membunuh gerak laju perekonomian warga kecil menengah. Terlihat mereka tetap semangat berjualan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Selama warga mampu menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan taat dengan himbauan pemerintah, yakin perekonomian yang sempat mandek beberapa tahun ini, pasti bisa terselesaikan. Sebab bagaimanapun roda-roda perekonomian kususnya dikalangan menengah ke bawah memang harus tetap berputar dan berjalan. (Wj/gw)