Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, May 27, 2020

Di Gosipkan Terpapar Covid-19, Cipto Datangi Kantor Desa Batok dengan Membawa Hasil Rapid Test

Cipto (kanan) saat berada di Kantor Desa Batok.
Gemawilis - Warga dusun Iromejan, RT.24, desa Batok, Kecamatan Gemarang, Madiun, ini gerah setelah dirinya di isukan telah terpapar virus Corona. Akibatnya laki-laki 30 tahun dan keluarganya pun di kucilkan oleh warga sekitar.

Cipto, atau yang biasa di panggil Mas Cip, setelah beberapa hari ini sempat viral di Media Sosial (medsos) jadi bahan gosip warga akirnya hari ini, Rabu (27/5/2020) pagi, mendatangi Kantor Desa Batok, Kec. Gemarang untuk memberi kejelasan hal tersebut.

Kepala Desa Batok, Sutiono saat di konfirmasi media membenarkan kabar tersebut. "Pagi ini saudara Cipto yang di isukan terpapar corona sudah konfirmasi ke kantor desa terkait pemberitaan yang terlanjur beredar dimasyarakat. Yang bersangkutan juga membawa hasil Rapid Test dirinya bersama istrinya. Hasil dari test bersama istri Okta (23 th) non reaktif atau negatif, "jelas Kades desa Batok.

Kades Batok juga menceritakan awal isu tersebut berkembang di masyarakat. "Sebelumnya ada orang Seweru, desa Kare yang dirawat di RS Dungus, dengan keluhan sakit tenggorokan, kebetulan istri pasien yang di rawat di RS Dungus tersebut mempunyai adik ipar namanya Cipto ini, yang tinggal di Iromejan, desa Batok."

"Kemudian pada saat orang Seweru sakit, istrinya minta tolong pada Cipto untuk diantar mencari obat. Pada waktu kembali ke RS Dungus, ternyata pasien Seweru tadi dirujuk ke RS dr. Soedono, Madiun oleh petugas yang mengenakan baju APD, kemudian Cipto ini sama Kepala Dusun setempat di anjurkan untuk isolasi mandiri dibantu dengan lingkungan. Tapi beritanya diluar saudara Cipto ini malah di isukan terkena virus Corona."

Dengan hasil test tersebut kami dari pihak Pemerintah Desa Batok, menghimbau masyarakat untuk menghentikan pemberitaan tersebut yang langsung maupun tidak langsung, karena sangat merugikan mas Cipto bersama keluarga, juga masyarakat yang berada di lingkungan Iromejan, "papar Kepala Desa Batok Sutiono. (An/gw)