Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, May 01, 2020

Awal Sejarah May Day: Satu Mei Menjadi Hari Raya Besar



Gemawilis -134 tahun lalu, atau tepatnya pada tanggal 1 Mei 1886, ada sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat melakukan demo dan mogok massal untuk menuntut delapan jam kerja.

Aksi yang mulanya damai itu berubah menjadi menegangkan karena represi aparat. Kemudian hingga tanggal 4 Mei para buruh tidak hanya mogok tapi juga melakukan aksi fisik yang dikenal dengan nama Haymarket Affair dan melakukan bentrok fisik kepada Aparat.

Bulan Juli 1889, 3 tahun setelah Peristiwa Haymarket Affair Kongres Sosialis Dunia diselenggarakan di Paris dan menetapkan Peristiwa di Amerika Serikat pada 1 Mei tersebut sebagai Hari Buruh Sedunia atau disebut juga dengan May Day.


Hari buruh atau May Day sendiri selalu diperingati oleh Kaum buruh di berbagai negara. Meskipun mendapat tekanan keras dari Pemerintah, namun mereka para buruh hingga kini masih terus melakukannya.

Awal mula lahirnya May Day dikarenakan terjadi berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali Ekonomi-Politis, hak-hak industrial. Pengetatan Disiplin, pengintensifan jam kerja, minimnya upah kerja, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, melahirkan perlawanan dari kalangan kelas pekerja.

Dan akirnya, 1 Mei merupakan Hari Raya Besar bagi Kaum Buruh dan Pekerja Progresif yang sadar akan identitas kelas. Para pekerja selalu menunjukan solidaritas dengan turun ke jalan, saling menjaga, dan mengingat betapa perjuangan buruh telah membawa banyak perubahan. (gw/Berbagai sumber)