Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Sunday, April 05, 2020

Wabah Corona Memukul Usaha Sektor Informal, Omset Pedagang Bakso ini Turun Hingga Separuh

Gemawilis - Sejak wabah virus Corona merebak hampir semua sektor perekonomian lesu dengan aktivitasnya. Tidak hanya di kota-kota besar saja, namun kondisi tersebut juga berimbas ke daerah pedesaan.

Wabah virus Covid-19 telah memukul roda usaha sektor informal. Kalangan yang terkena dampak buruk secara ekonomi akibat wabah tersebut salah satunya adalah para pedagang kuliner.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Pak Tarmin, Seorang pedagang Bakso yang biasa mangkal di pertigaan Pasar Gondosuli, desa Kare, Kecamatan Kare, atau orang sekitar biasa menyebutnya "Bakso Pak Min Telon Dosuli".

Sejak Corona melanda Pak Min (sapaan akrabnya) merasakan omset jualannya turun hingga separuh. Bukan berarti dirinya menghiraukan himbauan agar tetap dirumah, hanya saja dia terpaksa karena hidupnya bergantung pada penghasilan berdagang.

"Turun mas, tidak seperti biasanya. Ya, arep piye maneh, seng penting tetep ati-ati, "ujar Pak Min, pada Minggu malam (5/4/2020).

Melihat kondisi wabah ini semakin memburuk karena jumlah korbannya semakin meningkat, dan melihat suasana jalan yang sepi tidak seperti biasanya. Pak Min berharap situasi ini cepat kembali pulih. Sebab dirinya khawatir jika keadaannya seperti ini terus bisa berdampak buruk dengan kondisi ekonomi para pedagang kecil.

"Tidak tau sampai kapan ini bakalan terjadi, yang pastinya berimbas pada pedagang kecil lainnya, saya saja ini omset turun hingga 60 persen, "ucap Pak Min.

Setiap harinya laki-laki paruh baya ini memulai berjualan di pertigaan Pasar Gondosuli dari sore hingga dagangannya habis. Di hari biasa pembeli langganannya selalu berjubel, selain rasanya yang lezat, meski sederhana namun selalu menjadi idola warga setempat.

Pak Min yang sudah menggeluti jualan bakso selama 40 tahun yang merupakan warga Padaplang, desa Kare ini mengaku sebelum ada wabah Corona barang dagangannya selalu habis terjual. Namun kini pembeli semakin sepi, karena teror wabah corona.

Tapi menurut Pak Min, sekarang kondisinya sudah lumayan baik, orang-orang sudah biasa, tidak seperti di awal-awal datangnya corona, jalanan sepi. "Saiki wis lumayan, tapi tetep jam 8 muleh, taat himbauan pemerintah, yo mergo ujan barang kui, dadi nambah pada males metu, "jelasnya. (Wjr/gw)

BERITA TERKAIT