Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, April 22, 2020

Seni Budidaya Tanaman Bonsai milik Warga Madiun Timur Bisa Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

Gemawilis - Bermula dari daratan Tiongkok, seni budidaya tanaman bonsai, namun sekarang seperti yang kita kenal saat ini, seni bonsai modern lebih banyak dikembangkan oleh para seniman bonsai asal Jepang.

Seiring dengan perkembangan zaman, seni bonsai pun sekarang sudah tersebar ke berbagai belahan dunia dan banyak digemari oleh orang dari berbagai negara. Hal ini mungkin dikarenakan keunikan jenis tanaman ini serta keindahan yang diberikannya.

Tanaman bonsai sendiri merupakan tumbuhan yang berukuran kecil akibat dari berbagai teknik penanaman yang dilakukan terhadapnya (proses pengerdilan). Dengan teknik-teknik ini, bonsai dapat bertahan hidup sama seperti tumbuhan lain yang memiliki ukuran normal.

Menurut salah satu penghobi bonsai, atau istilah keren nya seminan bonsai, asal desa Kare, dalam proses pembuatan bonsai yang paling penting adalah kesabaran, pasalnya untuk menghasilkan tanaman bonsai hingga finish (jadi) butuh waktu sekitar 10 hingga 15 tahun, paling cepat 1 tahun.

Yudi, warga asal dusun Gondosuli, RT. 10, Gempol Kulon ini sudah menekuni budidaya tanaman bonsai sejak tahun 2005 silam, bermula dari satu buah tanaman bonsai, sekarang ia memiliki koleksi tanaman bonsai berbagai jenis serta harga.
"Awalnya iseng, tapi berjalannya waktu malah jadi ketagihan. Jadi sering cari bahan kehutan bareng teman-teman. Hobi bonsai itu butuh kesabaran, karena prosesnya bisa dikatakan sangat panjang, tidak bisa instan. Paling tidak dari mulai tahap penanaman jika ingin sempurna hasilnya butuh waktu 10 sampai 15 tahun, "paparnya, sambil menunjukkan salah satu koleksi bonsai yang ia miliki dari sejak pertama kali Yudi terjun di dunia bonsai.

Tanaman bonsai yang saat ini ia miliki bermacam-macam jenis pohon. Tanaman-tanaman tersebut di dapat dari hutan sekitar diwilayah Madiun Timur, yang menurutnya masih banyak sekali potensi-potensi alam, atau bahan bonsai yang belum terjamah.

“saya masih belajaran dan belum profesional, namun ini akan terus di tekuni sebagai hobi mungkin juga jadi sebuah usaha sampingan. Semua hasil dongkelan dari hutan sekitar, alam sekitar kita masih banyak, "kata Yudi.
Menurutnya, seni kepuasan dari berbudidaya tanaman bonsai itu bukan pada saat ia menjual tanaman dalam bentuk setengah jadi atau masih bahan. Tetapi ketika ia sudah melalui proses panjang dalam pembentukan hingga tanaman itu jadi. "Nah, disitu ada kepuasan tersendiri, ada rasa bangga di hati. Sukur-sukur ada pembeli yang juga mau menghargainya sesuai dengan jerih payah kita, "ungkapnya.

Namun kata Simon, sapaan akrab Yudi, tak jarang para pembeli malah lebih sering memilih bahan ke dia yang masih berbentuk bahan, karena harganya masih relatif murah. Untuk harga bahan sendiri saat ini bekisar 150-200. Sedangkan untuk yang sudah jadi bisa 2 juta lebih, tergantung tingkat keunikan dan keindahan dari bonsainya sendiri.

Keahlian yang dimiliki para pengrajin bonsai di Madiun Timur sangat potensial untuk dikembangkan sebagai usaha kecil masyarakat. Sebab, daerah lain juga sudah banyak yang menjadikan tanaman bonsai menjadi unggulan sebuah desa. Selain itu, tanaman bonsai juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk wisatawan yang memiliki hobi tanaman bonsai.
Menurut bapak satu anak ini, harapan kedepan hobinya tersebut ada dukungan dari Pemerintahan supaya pengrajin tanaman bonsai di Madiun Timur bisa bersaing ke tingkat yang lebih baik, bahkan bisa menjadi unggulan desa. Karena menurutnya selama ini sudah banyak bonsai yang diciptakan oleh penghobi dari daerah Madiun Timur yang di jual keluar, dan disana ketika dilombakan atau dipamerkan malah bisa juara.

"Di Madiun Timur ini banyak sekali komunitasnya, kususnya di wilayah Kare. Beberapa teman sering bonsainya di dibeli oleh kolektor dari luar daerah, dan disana malah sering meraih juara lomba tingkat nasional. Bangga pasti, meski bukan milik kami lagi. Tapi sebenarnya kami juga pingin punya akses kesana suata saat nanti"

"Harapan kami sama rekan-rekan tentu kedepan kami bisa membawa nama daerah ke tingkat yang baik lewat karya-karya kami. Jika bonsai dari Madiun Timur juga mampu bersaing di tingkat nasional, "tandasnya. (Tim/gw)