Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, April 24, 2020

Saksi Bisu Perjuangan Jenderal Besar Sudirman di Kampung Jladri, Kare

Monumen Brawijaya di kampung Jladri, Kare
saksi bisu sejarah perjalanan Jenderal Besar Soedirman. 
Gemawilis/Sejarah -
Dibangun di lereng pegunungan Wilis untuk mengenang dan mengabadikan perjuangan Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman bersama prajurit dan rakyat yang pada saat itu melakukan perang melawan penjajah.

Ketika masa perjuangan untuk mempertahankan keutuhan NKRI, Panglima Jenderal Besar Soedirman pernah menjadikan perbukitan di lereng gunung wilis di daerah wilayah Kecamatan Kare, Madiun, menjadi tempatnya untuk bersembunyi dan menyusun strategi perang melawan penjajah.

Untuk mengenang tempat tersebut, Pangdam V/Brawijaya, membangun sebuah monumen sederhana yakni Monumen Brawijaya, yang di tandatangani oleh Mayor Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada 11 Januari 2011.

Munumen sederhana ini berada di daerah Kandangan tepatnya di kampung Jladri, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, kurang lebih sekitar 3 sampai 4 kilo ke arah selatan dari perkebunan pabrik kopi Kandangan.

Wilayah Kabupaten Madiun khususnya bagian Timur, pada jaman dulu merupakan tempat yang sangat strategis dan banyak dijadikan pilihan oleh para pejuang-pejuang pada masa itu (perang), untuk bersembunyi dan mengatur strategi perang melawan kekejaman tentara Belanda.

Peninggalan atau jejak-jejak dari pejuang selain ada di wilayah lereng Wilis dan Kandangan, juga masih banyak terdapat di daerah lain di sekitar Madiun Timur. Selain Munumen sederhana Brawijaya, di daerah tersebut juga ada Monumen Brimob yang masih terawat dengan baik. (Tim/gw)

BERITA TERKAIT