Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, April 18, 2020

Rezeki di Tengah Pandemi Corona, Baru Tanam 1 Tahun, Petani Ini Heran Porangnya Tumbuh Sangat Besar

Panen Porang ditengah pandemi Covid-19
Jadi berkah para petani.
Gemawilis.com - Tanaman porang masih ‘mencuri’ perhatian warga Madiun Timur. Jumlah pembudidayanya semakin bertambah dari waktu ke waktu. Di Desa Kare, Kecamatan Kare, misalnya, para petani mengembangkan tanaman bernama latin Amorphopallus muelleri Blume ini di beberapa lahan yang mereka miliki, baik lahan yang jauh dari jangkauan hingga ditanam di pekarangan rumah.

Pak Sumardi, salah seorang petani porang dusun Sambong RT.13, desa Kare mengatakan bahwa kondisi ini bertolak belakang dengan masa tanaman ini pada tahun 1980 an. Kala itu, banyak warga yang memandang sebelah mata, Karena yang mereka tau tanaman tersebut hanya sebagai tumbuhan hutan biasa.

Namun kini masyarakat sudah tau jika porang menjadi komoditi pertanian yang hasilnya sangat menggiurkan. Bahkan bisa dibilang menjadi tanaman primadona para petani di wilayah Madiun Timur saat ini.

"Kini warga semakin banyak yang ikut menanam. Karena hasil penjualannya cukup menjanjikan, "ujar Sumardi ditemui di lahannya saat memanen porang miliknya, Sabtu (18/4/2020).

Pria paruh baya ini menyatakan ia menanam tumbuhan porang di pekarangan rumahnya tidak banyak, tapi pembeli menghargai umbinya dengan harga yang lumayan mahal. Dari menanam porang tersebut Ia pun mendapatkan keuntungan besar. Apalagi di situasi seperti sekarang ini, saat imbas dari wabah pandemi Corona melanda segi perekonomian masyarakat kecil.

"Ini saya tanam sekitar 1 tahunan lebih. Hasil umbinya saya saja juga kaget, ternya besar sekali, "ungkapnya.

Untuk menjual hasil porang pun saat ini petani tidak kesulitan, Karena para pembeli setiap hari berkeliling dari dusun ke dusun mencari tanaman porang milik warga yang siap untuk di panen. Tentu soal harga juga pasti bersaing karena banyaknya para pedagang saat ini.
Kali ini porang milik Pak Sumardi dibeli seorang pedagang lokal asal setempat yang katanya akan langsung dibawa ke pabrik dengan harga yang lumayan berani dibanding para pembeli lainnya.

"Kemarin sempat beberapa kali di tawar orang tapi harga belum cocok. Ya, ada 4 sampai 5 orang, saya belum kasih. Kebetulan ini yang terakhir pembelinya berani dengan harga yang lumayan, jadi ya akirnya kita bongkar, "jelas Sumardi.

Panen porang di tengah mewabahnya virus Corona seperti menjadi angin segar bagi warga yang bekerja serabutan seperti Pak Sumaridi, Pasalnya saat ini banyak sektor di segala bidang hampir tersendat gara-gara wabah Covid-19. Setidaknya warga yang panen hasil pertanian pada bulan-bulan ini mendapat suntikan dana segar dari hasil jerihpayahnya. (WJ/gw)

BERITA TERKAIT