Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, April 02, 2020

PLN Mendukung Kebijakan Pemerintah, Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Mulai di Berlakukan Bertahap

Gemawilis - Angin segar datang dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), mulai kemarin Rabu (1/3) langsung menindak lanjuti keputusan presiden Jokowi guna pembebasan tarif listrik untuk 24 ribu pengguna daya 450 Volt Ampera (VA) serta potongan 50% daya 900VA untuk pengguna listrik bersubsidi.
Dilansir dari situs resmi pln.co.id Pemerintah memberikan subsidi dan keringanan membayar listrik tersebut selama 3 bulan terhitung mulai bulan April, Mei, Juni. Mengingat pendemi virus Covid-19 yang mewabah di Indonesia ini PLN siap mendukung kebijakan yang diambil Pemerintah.

Dalam keterangannya Direktur utama PLN Zulkifli Zaini memaparkan “Kemarin, PLN langsung menyiapkan pelaksanaan teknis atas kebijakan Bapak Presiden. Pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi di PLN ada dua jenis, yakni yang memakai kWh meter pascabayar dan  prabayar atau menggunakan token. Untuk yang pascabayar, tidak ada masalah, karena pembebasan tagihan akan diterima pelanggan pada setiap periode pembayaran”.

Zulkifli menambahkan, Sementara untuk pelanggan pra bayar akan diberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian tiga bulan terakhir. 

“Saat ini ada  sekitar 24 juta data pelanggan 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya. Mekanismenya kami buat yang paling mudah dan mungkin, sehingga tidak menyulitkan pelanggan, " Imbuhnya. 

Sementara itu, pelanggan yang terlanjur membeli token, token gratis akan tetap diperhitungkan pada pembelian bulan berjalan. 

“Jadi token yang telah dibeli tidak hilang, "ujar Zulkifli. 

Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yang paling terdampak pandemi.

“Harapan kami, ini bisa  meringankan ekonomi untuk masyarakat ditengah menghadapi pandemi virus covid-19, "pungkas Zulkifli. (Dimas/gw)

BERITA TERKAIT