Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Monday, April 06, 2020

Pemuda Dungus Bergerak Bantu Logistik Untuk Warga ODP

Gemawilis - Selain melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungannya setiap minggu, Pemuda Dungus juga memberi bantuan kepada orang dalam pemantauan (ODP) terkait Virus Corona atau COVID-19.

Senin (6/4) Pemuda Dungus, Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, Madiun, mengirim logistik kepada salah satu warga yang sedang dalam karantina mandiri.

Agung BDC salah satu penggerak Pemuda Dungus, menuturkan pra ODP ini menjalani karantina mandiri, tapi bukan berarti terkena corona. "Harus diingat kalau ODP itu belum tentu tertular, kita hanya mengantisipasi saja, masyarakat juga jangan mengucilkan, "ungkap Agung.

Menurut Agung, warga Dungus berinial PP ini baru pulang dari jakarta sekitar 10 hari yang lalu. Selama kurun waktu 10 hari, PP tidak terjadi ataupun menunjukan gejala apa-apa, bahkan saat ditanya kesehatannya, beliau tidak merasakan kesehatannya menurun alis tetap vit. Namun masyarakat masih menganggap laki-laki paruh baya itu odp.

Selama isolasi mandiri dan di jauhi masyarakat PP selama ini juga di beri jatah makanan dari lingkungan RT. Pada kali ini Pemuda Dungus selain menanyakan kondisi PP juga memberi bantuan berupa sayur, makanan, masker, dan beberapa kebutuhan yang lain kepada PP.

"Apakah ini bisa jadi tingkat sosial saja yang membedakan. Kami prihatin sebenarnya, melihatnya kenapa warga lain yang terlihat hidup mapan dan baru pulang dari perantauan tidak di perlakukan seperti ini dan masih bisa beraktivitas di luar seperti biasanya, apakah tingkat sosial yang menjadi sudut pandang terhadap sesama manusia, "tutur Yudha salah satu Pemuda Dungus.

Lebih lanjut ia berkata waspada itu boleh saja, tapi masyarakat jangan terlalu berlebihan, yang di takutkan adalah tingkat psikoligi orang yang merasa di asingkan. Kita harus suport dan memberi semangat kepada odp terlebih kepada mereka yang tingkat ekonominya rendah. Janganlah mengucilkan. (Yudha/gw)