Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, April 25, 2020

Misteri Gunung Wilis Dengan Aroma Mistisnya

Penampakan gunung wilis dari Kabupaten Madiun,
gambar diambil dari daerah desa/kecamatan Kare 2020.
Gemawilis/Wisata -  
Gunung Wilis merupakan sebuah gunung non-aktif yang terletak diantara enam Kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur. Ketinggian gunung tidur ini terletak di 2.552 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL), yang pasti sangat cocok untuk para pendaki.

Hutan di kawasan wilis selama ini juga menjadi paru-paru bagi 6 Kabupaten yang sering disebut Tunggal Rogo Mandiri (Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri) yang berfungsi sebagai penyerap karbon dan menyuplai oksigen dan juga sebagai benteng ketahanan ekologi, benteng ketahanan bencana dan benteng ketahanan ekonomi. 

Uniknya, puncak gunung wilis pun juga terletak di 6 perbatasan antara Kabupaten di atas. Sehingga puncak gunung wilis memiliki view yang sangat indah serta kawasan hutan yang masih asri atau belum banyak di jamah manusia.

Selain masih asri dan jarang dikunjungi para pendaki, daerah perbukitan gunung wilis juga pernah dilalui oleh Panglima Besar Jendral Sudirman sebelum melakukan serangan Sebelas Maret ke Yogyakarta. Bahkan, hingga sekarang beberapa tempat untuk mengenang sang pejuang besar itu pun masih ada, seperti monumen sederhana di daerah kebun kopi Kandangan Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, tepatnya di Dusun Jladri, dengan nama Monumen Brawijaya.

Untuk mendaki ke gunung wilis dari arah timur, pendakian dapat dimulai melalui Kabupaten Kediri tepatnya Kecamatan Mojo. Jalan menuju ke puncak wilis sudah dibangun memadai melalui Mojo. Sementara itu dari arah selatan gunung wilis dapat di daki dari Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Apabila ingin mencapai gunung wilis dari arah utara, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Nganjuk, sementara dari arah barat, pendakian dapat dimulai dari Kabupaten Ponorogo atau Kabupaten Madiun.

Tidak hanya itu, gunung wilis juga menyimpan banyak cerita misteri yang kental dengan aroma mistis. Berikut beberapa cerita mitos dan sejarah yang beredar di masyarakat sekitar lereng wilis (informasi kami dapat dan kami rangkum dari berbagai sumber).

Ular Gunung Wilis. Menurut cerita yang ada, konon terdapat ular yang sangat besar berkeliaran di sekitar gunung wilis. Anehnya, ular tersebut tidak bisa dilihat oleh sembarang orang atau tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Ular ini sering berkeliaran di sekitar lereng sampai puncak gunung. Makhluk tak kasat mata ini, banyak yang menganggap sebagai penjaga gunung wilis.

Goa Misterius. Jika mendengar cerita yang satu ini sedikit agak aneh, karena menurut cerita masyarakat, di daerah wilis terdapat goa gaib. Goa gaib ini memiliki nuansa mistis dan misteri, konon letaknya di antara dua mata air terjun. Katanya di goa itu juga terdapat seseorang laki-laki yang sedang semedi (bertapa) yang menyerupai seekor munyuk (monyet) dengan wajahnya yang hitam. Seperti halnya ular tadi, goa gaib dan sosok tersebut hanya dapat dilihat oleh orang tertentu dan tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Putri Misterius. Sesosok putri misterius konon di wilis juga ada, banyak yang percaya putri itu dulu berasal dari kerajaan Mataram. Kesaksian ini banyak dilihat oleh beberapa warga sekitar lereng wilis dan para pendaki yang pernah naik ke puncak wilis, dimana putri misterius itu memakai pakaian yang menyerupai kerajaan Mataram. Pada saat menampakan dirinya sesosok putri tersebut memakai kain jarik dengan motif coklat muda dan ada motif kain klitik kuning gading. Konon pakaian itu hanya digunakan para bangsawan atau putri yang berasal dari kerjaan Mataram.

Ki Ageng Ngaliman. Ki Ageng Ngaliman adalah pendiri padepokan Sadepok di kawasan puncak gunung wilis. Pembangunan padepokan tersebut dilakukan pada jaman penjajahan Belanda. Di padepokan itu Ki Ageng Ngaliman melatih para muridnya dengan pelatihan mental, fisik, dan spiritual. Pelatihan ini dilakukan guna melawan para penjajah yang telah ikut campur dengan urusan kerajaan Surakarta.

Jenderal Besar Sudirman. Pada saat melakukan perlawanan pada penjajah di Yogyakarta, Jendral Besar Sudirman juga memakai jalur perjalanannya di gunung wilis pada tanggal 11 Maret. Jalur yang dilewati berada di tempat pendakian Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dan juga di wilayah Kecamatan Kare, Madiun.

Pemberontakan PKI. Lereng gunung wilis merupakan saksi peristiwa Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sangat menyeramkan bagi masyarakat sekitar pada jaman dahulu. Sejarah yang menyeramkan itu telah diabadikan dengan bangunan Monumen Kresek yang berada di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Bila mengunjungi monumen tersebut, kita akan merasakan kejadian-kejadian peristiwa PKI seperti jaman dulu, karena disana terdapat relief-relief peristiwa pembantaian keganasan PKI.

Monumen Brimob. Monumen ini sampai sekarang masih dirawat. Pada 2 Juli 1977 monumen ini dibangun untuk menghormati jasa dan perjuangan pasukan Mobile Brigade (sekarang Brimob) yakni Agen Polisi Satu Sakip dan Komandan Muda Sanali. Keduanya gugur dalam pertempuran saat melawan pasukan Belanda yang dilengkapi mobil lapis baja dan senjata panser pada 1 Maret 1949 di Dusun Kempo, Desa Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Jenazah keduanya dikebumikan oleh anggota Brimob dan masyarakat di tempat yang sekarang dijadikan monumen. Kemudian tahun 1975/1976, kerangka jenazah keduanya dipindah di Taman Makam Pahlawan Madiun. Monumen Perjuangan Brimob ini menjadi salah satu tempat wisata bersejarah di Kabupaten Madiun.

Bangunan Candi. Penemua bangunan mirip candi di lereng gunung wilis swmpat membuat heboh warga sekitar. Bangunan ini diperkirakan memiliki panjang kurang lebih 10 meter dan lebar 9 meter atau seukuran Candi Ngentos. Penemuan tersebut berada di daerah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Itulah beberapa catatan terkait mitos dan sejarah yang ada di gunung wilis, yang selama ini beredar dan dipercaya oleh masyarakat di daerah tersebut. (Tim/gw) *berbagai sumber