Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, April 14, 2020

Hidup Tak Perlu Gengsi: Pelajar SMAN 1 Wungu Ini, Rela Banting Tulang Jadi Buruh Tani di Saat Libur Sekolah

Gemawilis - Mengisi hari libur, karena kebijakan pihak pendidikan dan pemerintah terkait wabah Corona, salah satu pelajar SMAN 1 Wungu kelas 12, IPS 2, ini tak malu menjadi buruh tani.

Pemuda ulet dan tekun ini bernama Tri Cahyo asal Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, tepatnya RT/RW 28/02, dusun Dungus, Ia tanpa gengsi melakukan pekerjaan ini demi mendapatkan uang saku sendiri, juga untuk meringankan beban kedua orang tuanya.

Saat sebayanya lagi asik bermain dengan gaget atau menghabiskan hari liburnya hanya dengan bermain atau belajar di rumah, Cahyo malah lebih memilih membanting tulang menjadi buruh tani.

"Ngopo gengsi mas, kata Cahyo saat kami temui di sebuah lahan tempat ia bekerja. "Dari pada nganggur lumayan dapat uang saku, "tuturnya.

Pemuda ini seakan menjadi potret anak bangsa yang benar-benar siap dan bermental tangguh untuk mandiri menatap hari esok yang mungkin dengan perkembangan jaman nanti, kehidupan akan semakin sulit dan tidak menentu. Dimana kita ketahui biasanya milenia seumuran Cahyo yang ke banyakan lebih sering manja, gengsi dan mengandalkan orang tuanya.

Pemuda yang masih berumur belia ini, 19 tahun, seakan tak menghiraukan gunjingan temannya, ia tekun dengan pendiriannya jika kelak, lelaki wajib mandiri demi menghidupi keluarga. Hidup tak perlu cengeng dan hanya menunggu ke keberuntungan, apalagi belas kasihan.

Cahyo terlahir dari 4 bersaudara anak dari Pak Jarno, ia memang terkenal pemuda tekun dilingkungannya. Saat orang lain butuh jasa tenaga, ia sering di cari orang untuk membantu bekerja, serabutan, apa saja mau.

"Ya, apa saja mas, kadang juga macul, nguli, tergantung yang nyuruh saja. Saya senang malah, bisa mandiri gak harus minta duwit dari orang tua saya. Jadi kalau hari masuk sekolah biasanya minggu saya kerja ikut orang, kalau gak, ya sorenya sepulang sekolah. Malamnya baru belajar, "tutur Tri Cahyo.

Cahyo juga mengatakan, yang penting tidak nyusahin orang tua, apa saja asal halal dan baik, ia tidak ada rasa gengsi, apalagi harus malu. (TJ/gw)

BERITA TERKAIT