Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, April 25, 2020

Berburu Takjil di Tengah Badai Corona, Pasar Takjil Dungus Masih Kelihatan Sepi

Gemawilis - Suasana Pasar Takjil hari kedua puasa di sekitar Pasar Dungus, Kecamatan Wungu, Madiun, Sabtu (25/4) nampak banyak berubah dari tahun-tahun sebumnya. Terpantau keramaian belum meningkat, masih terlihat sepi di beberapa titik penjualan takjil, beda dengan tahun kemarin.

Kawasan pasar Dungus dari tahun ke tahun memang rutin dijadikan warga masyarakat sekitar untuk berburu takjil di saat bulan Ramadhan tiba, para pedagang makanan pun nampak meningkat di sepanjang jalan sekitar Pasar Dungus, di banding hari-hari biasa. Di pinggir jalan para pedagang takjil musiman tampak mendirikan lapak-lapak dagangannya di sisi kiri dan kanan jalan.

Rata-rata lapak didirikan secara sederhana bermodalkan meja atau gerobak. Para pedagang tersebut turut mengisi sejumlah tempat yang sebenarnya merupakan halaman depan dari rumah toko milik warga setempat.

Takjil yang dijajakan pun beragam. Umumnya adalah minuman segar serta ragam jenis kue basah hingga makanan siap saji.

Sore hari menjelang berbuka biasanya lalu lintas cenderung ramai mulai dari barat pasar hingga ke kawasan pasar, sampai pertigaan arah ke monumen Kresek atau pertelon Ngebrak.

Namun kini menurut pantauan dari pewarta setempat suasananya masih sepi, belum ada peningkatan aktifitas warga di hari ke dua puasa Ramadhan ini.

Seorang pedagang mengaku tidak dapat berbuat banyak di tahun ini, ia bagai makan buah simalakama dalam situasi seperti ini. Jika tidak berjualan, "Kompor di rumahnya tidak akan berasap, "demikian dalihnya.

"Mau bagaimana lagi? Tahun ini jadi sepi, karena corona. Ya sebenarnya takut juga, tapi kalau gak jualan ya, malah takut lagi gak punya duwit, "ketus pedagang es campur, di sela kesibukannya melayani pembeli.

Mbak Nur, seorang warga yang sedang membeli takjil, mengatakan bahwa mau tidak mau ia mesti keluar rumah demi membeli jajanan buat berbuka puasa. "Takut sih takut, siapa juga yang tidak takut. Tapi, mau gimanalagi. Sedih juga, bulan puasa tahun ini, "ujarnya.

Kebanyakan para pedagang dan pembeli yang datang ke Pasar Takjil Dungus, rata-rata mengenakan masker. Namun jika dinilai, masker saja sebenarnya belum cukup, karena penularan virus berkode SARS-CoV-2 itu melalui beberapa medium.

Jadi yang terpenting adalah, meski Pasar Takjil tidak dilarang, namun masyarakat harus tetap berhati-hati saat beraktifitas diluar rumah. Selalu gunakan masker dan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas di luar rumah serta jangan lupa selalu jaga jarak. (yuda/gw)