Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, April 16, 2020

Anak Bosan Terlalu Lama Libur Sekolah, Digitalisasi Membuat Anak Jadi Pemalas?

Gemawilis - Kondisi bosan dan jemu merupakan salah satu hal yang normal dialami oleh semua orang pada kondisi seperti ini, termasuk oleh anak-anak, apalagi hanya berdiam di rumah, hal ini bisa menjadi semakin parah.

Rasa bosan anak juga bisa jadi semakin besar dalam situasi pandemi Covid-19. Pasalnya mereka tak bisa lagi bebas bermain di luar, tak bisa ke sekolah, apalagi berlibur ketempat wisata.

Sedangkan level kebosanan anak itu sendiri bisa diturunkan, biasanya dengan cara bermain. Bermain merupakan pereda ketegangan efektif bagi anak.

Meski saat ini tugas sekolah cukup banyak, namun jangan sampai waktu bermain anak menghilang. Pastikan ada waktu untuk bermain dengan anak agar mereka tidak bosan.

Bermain memang dunianya anak-anak. Dengan bermain mereka mampu melatih tumbuh kembang, melatih kreatifitas dan juga memberi dampak positif terhadap perkembangan mental mereka.

Namun, sekarang bermain sudah tidak seperti dulu lagi. Digitalisasi membuat mereka malas untuk melakukan permainan atau bermain secara analog yang memanfaatkan aktifitas gerak, seperti misalnya bermain petak umpet, lompat tali, bermain layangan dan lain sebagainya.

Anak-anak sekarang pun banyak yang mengetahui hal-hal yang tidak sesuai dengan umur mereka melalui jaringan internet yang cenderung bebas di masyarakat.

Selain asupan bergizi, bermain tradisional dan bergerak membuat daya tahan tubuh buah hati bisa lebih kuat. Anak-anak akan lebih gembira berinteraksi dengan teman-teman mereka ketika bermain game klasik atau tradisional. Setidaknya ada tiga manfaat yang bisa dirasakan sang anak dari permainan tradisional.

1. Melatih Kreativitas

Anak-anak yang bermain mainan tradisional akan selalu terus menikmati permainan tersebut. Permainan tradisional melatih aktivitas fisik, keterampilan sosial, kreativitas, imajinasi, kompetisi.

2. Merangsang Kognitif

Permainan anak-anak tradisional merangsang pertumbuhan mereka, baik fisik maupun intelektual. Otak atau daya pikir anak akan lebih kreatif sebab mereka bermain sambil belajar dengan teman-teman sebaya.

3. Banyak Teman

Tak hanya sendiri di depan gadget. Anak-anak akan menambah banyak teman menjalin persahabatan ketika bermain mainan tradisional. Sebab permainan tradisional umumnya melibatkan banyak anak-anak sebaya dan bisa dilakukan secara kelompok. (gw)

BERITA TERKAIT