Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About
 

Monday, March 9, 2020

Waspadai Fenomena Musim Angin Yang Terjadi

Gemawilis - Musim angin biasanya terjadi pada musim transisi atau peralihan, baik dari musim kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya, di wilayah Indonesia.

Biasanya pada pagi hingga siang kondisi cuaca mendung tapi tidak hujan, kadang sesekali ada muncul matahari dengan panas terik. Kondisi panas pada pagi hari ini dapat memicu konvektivitas (pertumbuhan awan akibat faktor utama pemanasan permukaan bumi) tinggi pada siang hari.

Kondisi ini secara visual dapat dilihat dari warna awan yang berubah cepat dari yang awalnya putih menjadi gelap. Ketika kondisi ini diiringi angin yang bertiup lumayan kencang, maka perlu diwaspadai dapat terjadi kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang, bahkan hinngga puting beliung.

Proses konvektif ini terjadi umum pada masa-masa transisi musim. Indikasi umum yang dapat digunakan untuk mengenali terjadinya potensi cuaca ekstrem angin kencang yang umumnya terjadi pada masa peralihan musim adalah, jika suatu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan awan putih berlapis-lapis (Cumulus), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan lebat tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun akan diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Langkah yang bisa dilakukan adalah, Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera ditebang untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut.

Untuk jangka panjang, pohon di pinggir jalan diganti dengan pohon akar berjenis serabut seperti pohon asem, pohon beringin, dan sebagainya. (01/gw)

Topik Lain