Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, March 06, 2020

Unik, Ranting Pohon Tua Menjuntai Di Atas Rumah Warga Dan Jalan, Punden Bolo Tidak Pernah Memberi Ancaman

Gemawilis - Peradaban era modern telah berlangsung di bumi pertiwi, sedikit demi sedikit peradaban zaman nenek moyang mulai terkikis bahkan mulai ditinggalkan. Sayang memang walaupun identik dengan berbagai macam perdebatan namun itulah keistimewaan peninggalan yang bisa dinikmati oleh kita dan anak cucu.

Satu kisah berasal dari desa di lereng Wilis Madiun timur. Di desa Bolo, terdapat pohon tua yang umurnya sudah puluhan tahun, ukurannya lumayan besar serta dahan dan daunnya yang begitu rindang sangat cocok untuk ngadem dibawahnya.

Namun siapa sangka ternyata tempat tersebut merupakan Punden yang mana hingga kini begitu kental akan kemistisan dan masih di sakralkan oleh masyarakatnya.

Seperti halnya di setiap desa yang berada di lereng Wilis dimana masih begitu banyak didapati semacam Punden, Petilasan, Sendang, ataupun tempat lain yang menurut mereka dikeramatkan.

Warga sekitar biasa menyebutnya Punden Bolo, tapi ada juga yang menyebut Punden Lancur Sari. Keberadaan tempat tersebut seakan menjadi ciri khas juga simbolis dari dusun Bolo, dukuh Jatisikut, desa Bolo, Kecamatan Kare, Madiun. Konon cerita turun menurun dari para mbah buyut, nama Punden Lancur Sari berasal dari asal mula nama seorang tokoh berdirinya desa Bolo, yakni Mbah Lancur Sari.

Mbah Lancur Sari merupakan tokoh pertama babat desa Bolo, dan jasadnya sendiri di kebumikan di punden tersebut. Menurut penuturan warga, hingga sekarang punden Lancur Sari masih dikeramatkan. Setiap tahun selalu dijadikan pusat acara ritual bersih desa oleh warga masyarakat.

Uniknya, meski pohon raksasa itu mempunyai ranting yang cukup besar dan menjulur ke berbagai penjuru, hingga keatas atap rumah warga setempat, namun dari tahun ke tahun tidak pernah membahayakan warga sekitar.

"Punden ne apik mas, jelas salah satu warga, gak gelem jail. Dari dulu gak pernah membahayakan warga, meski ada angin besar atau ranting sudah tua, pasti jatuhnya selalu tepat, pas tidak ada orang yang lewat di bawahnya, "ucap Pak Sunarno salah satu warga setempat, yang juga sering di panggil sebagai "Mbah Marijan" nya desa Bolo atau alias Ki Jurang Pengkol.

Selain itu, menurut Mas Warjinu, adik dari Pak Sunarno menambahkan, pada masa zaman dahulu kala ada dua tokoh semacam jawara ksatria pada masanya. Satu dari ksatria bernama Grambyang Sari dan satunya Bambang Sari. Kedua tokoh tersebut berperang hebat dalam pertempuran sengit, hingga akirnya di pisahkan oleh Mbah Lancur Sari. Kemudian jasad dari Grambyang Sari dan Bambang Sari juga dikebumikan tidak jauh dari Punden Lancur Sari tersebut. (ds/ gw)

Bersambung: Edisi berikutnya?

BERITA TERKAIT