Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Tuesday, March 03, 2020

Unik, Poktan Niti Mulyo Desa Bolo, Obati Penyakit Dengan Cara Merebus Badan Pasien

Gemawilis - Kelompok Tani atau biasa disebut Poktan, sekilas sebagian orang beranggapan jika sebuah perkumpulan tersebut selalu identik dengan pertanian, perkebunan maupun peternakan.

Namun berbeda halnya dengan Kelompok Tani Niti Mulyo yang ada di dusun Bolo, rt/rw 07/03 dukuh Senanas dan dukuh Jatisikut desa Bolo. Selain menggeluti dunia perkebunan, perikanan dan peternakan, ada satu yang unik berbeda dengan yang lain.

Ialah pengobatan Alternatif "Terapy Holistic" atau terapi dengan metode penyeduhan pasien. Unik dan nyeleneh memang karena pasien yang di terapi akan di rebus diatas bara api dengan air panas, tapi jangan salah beranggapan dulu.

Seorang tabib sang terapis menuturkan bahwa perendaman pasien tersebut bukan tanpa sebab dan asal rebus orang saja, melainkan proses pembersihan toksin serta racun dalam tubuh dengan energi uap panas dan dikeluarkan melalui keringat hasil pembakaran penyeduhan tersebut. Dan tentunya air perendaman/penebusan telah diracik dengan ramuan herbal alami yang fresh dipetik langsung dari kebun, serta dilakukan pemijatan di saraf yang inti penyakit.

"Sebetulnya saya sudah lama menekuni pengobatan alternatif ini sekitar 6-7 Tahun lalu, namun baru sekitar 3 bulan ini saya ingin para anggota Poktan Niti Mulyo dapat melakukan proses terapi ini. Sekaligus mengangkat nama Poktan Niti Mulyo dan desa Bolo tentunya, "ujar Sunarno sang terapis sekaligus ketua Kelompok Tani Niti Mulyo saat ditemui media Senin (2/3/2020).

Selain itu kemandirian Poktan yang satu ini patut diapresiasi mulai dari pahit manis proses pendirian Poktan yang kurang dapat perhatikan. Namun semangat para muda mudi anggota membuat Poktan ini menjadi garda terdepan, serta bisa dibilang icon kebanggan desa Bolo yang sekarang.

Pasien yang datang tidak hanya warga lokal saja, melainkan juga ada yang datang dari, Jogja, Solo, Surabaya dan kota-kota lainnya.

Sementara untuk bahan ramuan (herbal) yang digunakan, Sunarno memetik langsung dari kebun sekitar. Masing-masing pasien beda bahan yang di gunakan sesuai dengan tingkat penyakit yang disandangnya. Menurut Sunarno, terapi ini juga tidak mematok tarif kusus. "Seiklasnya, kami tidak memasang tarif, karena pada dasarnya saling tolong menolong saja, "ungkapnya.

Masih menurutnya, kegiatan Poktan Niti Mulyo awalnya memang di pertanian, peternakan dan perikanan, namun karena kian hari kian banyak yang cocok dengan metode terapi ala Poktan Niti Mulyo, akirnya beberapa anggota kelompok pun sepakat dan iklas akan membantu masyarakat jika ada yang ingin terapi. (gw)