Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Friday, March 27, 2020

Rem Patah Tersangkut Batu, Endang Jatuh Bersama 2 Anaknya, Motor di Biarkan Tergeletak di Tengah Jalan

Gemawilis - Akibat jalan rusak, banyak batu yang posisinya menonjol tidak beraturan, warga dusun Kasihan, desa Kepel, Kecamatan Kare, terpaksa membiyarkan motornya tergeletak ditengah jalan.

Bukan di sengaja, motor milik perempuan ini tergeletak di tengah jalan, namun akibat terjatuh dan tidak kuat untuk mendirikannya kembali.

Kecelakaan tunggal akibat jalan rusak ini di alami oleh Mbak Endang beserta 2 anaknya, pada Jumat (27/3) tepatnya di dusun Njati, desa Kepel. Waktu itu Endang pulang dari rumah mertuanya yang ada di desa Bodak dengan membonceng 2 anaknya. Sedangkan sang suami, Harto, membawa rumput berjalan lebih dulu di depannya.

Menurut Endang, kejadian terjadi karena jalan makadam sudah rusak, rem belakang motor yang di kendarainya nyangkut di batu hingga sampai patah. Akhirnya ia tergelimbang bersama 2 anaknya.

"Rem saya nyangkut di batu. Jalannya banyak yang rusak, rem belakang mentok batu sampai patah. Akirnya saya jatuh bersama 2 anak saya. Suami bawa rumput jalan lebih dulu, karena dengar motor saya jatuh akirnya berhenti. Untung bareng suami, "penjelasan dari Endang.

Jalan yang dilalui Endang memang sudah lama rusak, bahkan bisa dibilang parah. Selain menghubungkan antara desa Kepel tembus ke desa Bodak, jalan ini juga merupakan jalan menuju Wisata Selo Gedong.

Rusaknya jalan yang menjadi akses banyak warga ini memang sangat di sayangkan, karena jalan tersebut merupakan jalan penting yang dipergunakan warga sekitar untuk aktifitas sehari-hari. Namun pemerintah desa Kepel sendiri rupanya tidak bisa berbuat banyak, lantaran jalan tersebut telah menjadi tanggung jawab dari pihak PU.

"Wis suwe iku jalan rusak, gak ada perbaikan, warga sampai bosan, tapi ya, mau gimana lagi. Adanya juga kaya gitu, untung anak bojo ora opo-opo, "kata Harto suami Endang. (Dian P/gw)