Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Wednesday, March 11, 2020

Inilah Alasan Kenapa Harga Gula Pasir Bisa Meroket, Tim Kami Mensurvei Dan Mencari Data, dan Inilah Alasanya?

Gemawilis - Seminggu terakir masyarakat di buat bertanya-tanya, kususnya ibu-ibu rumah tangga terkait dengan harga gula pasir yang mengalami kenaikan secara drastis.

Dari data tim media kami (gemawilis) yang telah memantau perkembangan di sejumlah pasar yang ada di wilayah Madiun timur, setelah melakukan survei harga gula pasir di beberapa pasar tradisional, swalayan dan minimarket, memang menunjukkan hal kesamaan, bahwa harga gula mulai naik dratis.

Dari data yang kami dapat (Info- Kementrian Perdagangan) langkanya gula di pasaran disebabkan karena menurunnya produksi di tahun 2019. Akibatnya, harga gula pun turut naik sesuai mekanisme pasar.

Penurunan produksi pada tahun lalu hampor sekitar 15-20 persen sehingga stok 2019 untuk mengisi stok di tahun 2020 ini, tidak memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, masa panen yang lebih lambat dari perkiraan juga telah turut mempengaruhi ketersediaan gula di pasaran. Melambatnya masa panen tersebut karena faktor cuaca yang tidak menentu, di samping belum meratanya panen di beberapa daerah.

Diperkirakan, ketersediaan gula bisa kembali normal saat memasuki bulan suci Ramadhan karena pemerintah telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) bahan pangan, dan salah satunya adalah gula.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga telah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Ketentuan Impor Gula.

Ketentuan itu diundangkan pada 18 Februari 2020 dan berlaku 30 hari kemudian. Ketentuan menggugurkan regulasi serupa sebelumnya, yakni Permendag No 117 Tahun 2015.

Regulasi baru itu membolehkan swasta ikut mengimpor gula untuk stabilisasi harga di tingkat konsumen, tidak hanya untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan dilakukan oleh swasta, maka ketersediaan pangan pun akan bisa lebih baik, dan hal tersebut lah yang akan mmenormalisasikan harga gula kembali normal. (WJr/gw)