Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Saturday, March 07, 2020

Gerak Cepat Menindaklanjuti Usulan Relawan Baznas, Rumah Nenek Fakir Di Desa Batok, Mendapat Bantuan RTLH

Gemawilis - Alhamdulillah, setelah uluran bantuan dari para dermawan TKI beberapa hari lalu. Bantuan kini silih berganti datang kepada Mbah Tukinem, warga dusun Sekluweng, desa Batok, Kecamatan Gemarang, Madiun.

Kabar gembira tersebut dikabarkan oleh salah relawan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) area Gemarang Yenis dan Vera, bahwa pada Sabtu (7/3/2020) BAZNAS Kabupaten Madiun langsung menyalurkan bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Untuk atap rumah Mbah Tukinem yang bocor, lantaran sudah usang dan lapuk di makan waktu.

Tidak berlama-lama, gerak cepat dilakukan dalam menindaklanjuti usulan Relawan BAZNAS berdasar survei dan cek lokasi pada tgl 26 Februari di kediaman Mbah Tukinem. 

Bersama Tim BAZNAS, Relawan dan warga sekitar, pagi tadi melakukan kegiatan gotong royong untuk perbaikan rumah, terutama dibagian atap. Walaupun dalam kondisi hujan, Relawan dan masyarakat, tetap semangat berjuang bersama dalam membantu memperbaiki rumah Mbah Tukinem.

"Terimakasih sebanyak-banyaknya kami ucapkan kepada masyarakat dusun Sekluweng, dan teman-teman relawan setempat, Mas Effendi Pradana juga mas Slamet Riadi karena ikut serta berpartisipasi meluangkan waktu untuk kegiatan amal ini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak dan mas-mas semua, "Ujar Ibnu Jaffar Shodiq selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut.

Mbah Mbah Tukinem, sendiri merupakan nenek fakir sebatang kara warga RT/RW 34/05 dusun Sekluweng. Rumah yang ia tempati merupakan bangunan bantuan bedah rumah dari pemerintah. Nanun kini rumahnya sudah banyak yang bocor karena atapnya lapuk. Jika hujan deras, tempat tidurnya basah, begitu juga dengan lantainya.

Ditambah lagi beberapa tahun lalu beliau sempat jatuh, terpeleset hingga mengalami kelumpuhan. Mbah Tukinem tidak bisa berbuat banyak, rumahnya kini tidak terawat, genting yang bocor pun hanya bisa pasrah.

Syukur alhamdulillah, masih ada tetangga yang berbaik hati, sumber makan mbah Tukinem selama ini mengandalkan uluran tetangganya, karena kelumpuhan yang dialaminya. (ds/gw)