Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Thursday, February 13, 2020

Selain Buah Durian, Madiun Timur Juga Masih Punya Satwa Berduri

Fot: ilustrasi.
Gemawilis - Jangan hanya kenal buah berduri saja, buah durian. Namun juga harus tau, jika Madiun timur juga ada satwa yang berduri yakni ‘landak’ yang masih ada dan hidup di hutan wilayah Madiun timur.

Hewan pengerat yang satu ini masuk dalam jenis mamalia atau rodentia, ordo rodentia yang memiliki 28 spesies. Duri landak atau rambut landak bertekstur keras dan fungsinya sendiri adalah sebagai alat pertahanan.

Indonesia dikenal memiliki lima jenis landak yaitu landak raya (Hystrix brachyura), landak sumatra (H. sumatrae), landak jawa (H. javanica), landak butun (H. crassipinis), dan landak angkis/ ekor panjang (Trichis fasciculata) (Corbet & Hill 1992).

Landak Jawa (Hystrix javanica) atau dalam bahasa Inggris disebut sunda porcupine tergolong satwa Indonesia yang menjadi aset keanekaragaman hayati yang vital. Ditinjau dari siklus hidupnya, landak hidup secara nokturnal dan merupakan binatang herbivora.

Mereka umumnya ditemukan di semua tipe hutan, perkebunan, area, berbatuan, padang rumput, gunung dan area pertanian.

Landak berperan penting dalam sistem rantai makanan. Landak merupakan penebar biji-bijan yang dikeluarkan melalui kotorannya.

Karena landak merupakan satwa endemik dari Indonesia dan juga sebagai kekayaan keanekaragaman hayati yang semakin hari semakin punah, maka landak termasuk satwa yang dilindungi. PermenLHK No. P.106.MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018.

Secara alami, landak mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan termasuk akar-akaran, cabang-cabang tumbuhan muda. Juga tumbuhan jahe-jahean yang umumnya pahit namun berkhasiat untuk obat. Karena itu, landak memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan efektif melawan racun/penangkal racun.

Keberadaan landak kerap meresahkan bagi petani karena dianggap mengganggu dan merusak tanaman, sehingga kerap diburu dan dimusnahkan.

Namun ada juga yang mengatakan, pemburu mengincar batu mustika (geliga) yang ada pada tubuh landak. Batu tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti kanker, tumor, hipertensi, lever, diabetes dan berbagai penyakit mematikan lainnya.

Harga batu mustika tersebut bernilai jutaan per gram. Padahal, hingga saat ini keberadaan serta khasiat dari batu geliga pada landak belum dapat dibuktikan secara medis.

Disamping itu, penyebab lain berkurangnya populasi landak adalah semakin berkembangnya pembukaan hutan untuk lahan pertanian, pertambangan dan pemukiman yang berdampak pada kian menyempitnya habitat landak, terutama bagi landak Jawa. (gw)