Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About as
Facebook  Twitter  Instagram  Youtube

Sunday, February 23, 2020

Penerapan Prinsip Reuse, Reduce, dan Recycle, SHB Gelar Sosialisasi Bank Sampah

Tim SHB Wungu Madiun.
Gemawilis - Salah satu cara berkontribusi dalam pengurangan sampah adalah menggunakan produk plastik secara berkelanjutan. Penerapan prinsip reuse, reduce, dan recycle dapat memberi dampak yang lebih positif bagi bumi tempat tinggal kita.

Arti dan maksudnya adalah, Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Dan hal seperti diataslah yang menjadi target dan harapan Sinar Harapan Bangsa (SHB) yang berkantor di Desa Wungu RT.07, RW.01, Kecamatan Wungu, Madiun.

Sadar akan pencemaran sampah pada lingkungan, SHB tergugah dan ikut berpartisipasi dalam mendukung program sampah yang dicanangkan oleh pemerintah yakni dengan menggelar acara "Sosialisasi Bank Sampah Bersama SHB Dalam Rangka Memperingati Hari Peduli Sampah Sedunia".

Acara tersebut di gelar pada hari Sabtu - Minggu kemarin, tanggal 22-23 Februari 2020, yang di ikuti dari berbagai kalangan baik pihak pemdes, Pkk, komunitas dan warga masyarakat umum.

Pada acara yang diadakan di aula kantor SHB tersebut, dijelaskan mengenai cara memilah jenis-jenis sampah hingga sampai cara membuat kerajinan berbahan limbah yang langsung di pandu oleh narasumber terkenal, Aisyah Odist yang merupakan pendiri Bank Sampah NTB Mandiri.

Aisyah Odist, perempuan 43 th yang menjadi narasumber pada acara tersebut adalah seorang aktivis lingkungan dan pengelola Bank Sampah NTB Mandiri, yang sudah banyak mendapatkan berbagai penghargaan atas karyanya. Di kenal sebagai tokoh yang berhasil mengolah limbah sampah menjadi barang berharga.

Enik Waldkonig, selaku pendiri SHB Wungu saat di konfirmasi mengatakan, "penyediaan ruang edukasi sampah untuk menghasilkan pelbagai karya yang bernilai seni dan ekonomi yang bersumber dari limbah memang sangat diperlukan untuk mengurangi limbah sampah rumah tangga. Maka kami membuat acara sosialisasi untuk membantu warga masyarakat, "ungkapnya.

Masih menurut Enik, hasil product kedepan juga akan di bantu export ke Europa - Jepang - Australia dan negara lainnya. Semoga bermanfaat bagi warga setempat, "jelasnya singkat, di ujung telpon dari Stuttgart, Jerman, minggu malam (23/2) pukul 22:00 waktu Indonesia. (wj/gw)