Home Berita Peristiwa Nasional Kriminal Laka Pendidikan Pertanian Kabar warga Wisata Sitemaps Privacy policy About

Tuesday, October 20, 2020

Inilah Cerita Selo Manten yang Baru Saja Ditemukan oleh Warga Desa Kare

Selo Manten, situs sejarah warga desa Kare yang
ditemukan dan dipugar oleh warga Dusun Suweru Ds. Kare.
Gemawilis - Arkeologi adalah ilmu yang menarik, semakin ada yang ditemukan maka semakin banyak misteri yang terkuak. Sebab, dari penemuan itu akan semakin banyak jawaban tentang peradaban dan cerita yang tersimpan dari masa lalu yang muncul, sehingga semakin mengundang banyak pertanyaan untuk diajukan.

Hal itu memberi kita dorongan untuk terus berusaha dan membuka rahasia masa lalu para pendahulu. Seperti halnya keberadaan batu yang baru saja di temukan oleh warga Desa Kare, tepatnya di Dusun Suweru RT 26/06, Kecamatan Kare, Madiun.

Ditemui di lokasi tempat dimana Selo Manten berada, Sujatmiko salah satu warga Suweru yang pertama kali menyadari keberadaan batu tersebut menceritakan awal mula ditemukannya Selo Manten (batu sepasang pengantin -red)

"Sebenarnya ini batu sudah lama ada di dusun kami, namun keberadaanya kurang diperhatikan. Tadinya sudah tertutup tanah dan hanya bagian atas saja yang kelihatan, karena kami sadar ini adalah salah satu tempat bersejarah akirnya warga secara gotongroyong mulai mempugar, "jelas pak Sujatmiko.

Selo manten sendiri di temukan baru-baru ini, atau mulai dipugar lagi sama warga pada hari Senin (17/2/2020) atas izin pemilik tanah, karena kebetulan keberadaan batu tersebut berada di tanah milik warga setempat.

Konon, cerita awal dari batu ini berawal dari sepasang muda mudi yang baru saja resmi menjadi suami istri. Diceritakan, pada jaman dulu, pasangan suami istri yang baru saja menikah sedang menggarap lahan (mengolah tanah di ladang untuk pertanian -red) tempat dimana selo manten berada. Menurut sumber usia pernikahan mereka saat itu baru sepasar (5 hari)

Sang laki-laki pada waktu itu sedang berada di kebun, kemudian datang sang istri yang mengantarkan bekal (ngirim) makanan. Setelah sang istri sampai di lokasi kebetulan hujan datang, kemudian mereka berdua singgah di sebuah gubuk yang ada disitu. Setelah menikmati makanan yang dibawa sang istri, kedua pasangan itu pun rebahan hingga tertidur beneran.

Entah apa yang mereka berdua lakukan pada saat berada di gubuk pada waktu itu sampai saat ini masih menjadi misteri yang terus dipertanyakan. Karena tidak ada satupun orang yang bisa dijadikan saksi terkait hal itu hingga sekarang.

Karena tak kunjung pulang, akirnya warga pun mencari kedua pasangan tersebut. Setelah mereka mencari pasangan suami istri itu tidak kunjung ketemu akirnya warga mendatangi lahan tempat kedua pasangan itu berada.

Sebelum hilangnya pengantin baru itu di lahan garapan tersebut tidak pernah ada batu yang menyerupai dua orang yang sedang tidur. Maka sejak itu masyarakat pun percaya jika Selo Manten merupakan jelmaan dari sepasang suami istri yang baru saja menikah tersebut.

Cerita itu dikuatkan oleh salah satu tokoh pemuda dari Karangtaruna setempat Arsy, yang baru-baru ini bertanya dan mencari data dari orang-orang jaman dulu yang masih hidup.

"Kami sudah bertanya sama orang-orang jaman dulu di dusun kami, ceritanya sama. Semua mengatakan demikian. Jadi konon memang nyata dari sebuah cerita kehidupan kemanten anyar yang hilang dan jadi batu, "tuturnya.

Sementara, Pak Sumadi selaku Pokdarwis desa Kare juga sama mengatakan. "Konon memang seperti itu, dari cerita yang sudah melegenda di masyarakat sini. Sejak lama sebenarnya ada, "ungkap Pak Sumadi.

Selain itu pak Sumadi juga sangat mendukung apa yang dilakukan warga. Dengan di pugarnya Selo Manten, otomatis situs bersejarah yang sudah lama ada dan hampir hilang dilupakan jadi bisa terselamatkan. "Ini bagus, saya kira bisa untuk tambahan pendukung wisata tambak lare yang masih dalam satu lokasi, "paparnya.
Letak ditemukannya batu selo manten memang tak jauh dari lokasi wisata Tambak Lare yang sudah lama ada, yang saat ini masih dalam pengerjaan oleh masyarakat setempat, secara swadaya. Dengan ditemukannya batu yang disinyalir banyak menyimpan cerita legenda kehidupan pada jaman dulu itu, kedepan bisa menjadi sarana pendukung untuk obyek wisata tambak lare.

Dari cerita yang berkembang di masyarakat, keberadaan batu yang menyerupai 2 orang sedang tidur itu memang selama ini menjadi tempat yang di sakralkan oleh warga. Konon, dulu setiap ada pasangan manten baru didaerah tersebut yang hendak ke kantor KUA harus berjalan kaki dahulu, tidak boleh naik kendaraan. Karena letak batu ini sendiri persis ada di dekat jalan.

Selain itu ada juga yang mempercayainya jika ada warga setempat sakit dan hendak ke dokter juga wajib berjalan kaki saat melintas di jalan dekat batu itu. Konon sangking sakralnya, jika mengabaikan pantangan tersebut ada sesuatu yang bakal menimpanya. Entah benar tidaknya itulah cerita-cerita yang ada dan berkembang di masyarakat setempat selama ini.

Terkait penemuan batu kuno bersejarah oleh warga, pihak pemdes setempat langsung merespon baik. Kepala Desa Kare H. Sunarno mengatakan Selo Manten merupakan aset berharga di Desa Kare.

"Ini termasuk aset berharga milik desa, karena menyimpan sejarah nenek moyang. Maka kami selaku pemangku desa juga sangat mendukung kegiatan masyarakat. Kedepan pasti, kami akan suport pembangunannya, "jelas Kades Kare. (re/gw)

Rekomendasi